Menu

Mode Gelap
Resmi Bercerai, Wardatina Mawa Bagikan Kembali Kenangan Pernikahan dengan Insanul Fahmi: Semoga Bahagia dengan Pasangan Barumu ‘Air mata tak hapus nyawa korban’, ini alasan hakim PN Indramayu vonis mati Ririn Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi? Bobotoh Harus Berlapang Dada: Bintang Legendaris Persib Dipastikan Pergi Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini 10 Foto Keluarga Marcella Zalianty di Lotte World, Korsel!

Ekonomi

Pasar Mesin Perkakas RI Siap Tembus 4 Miliar Dolar, Peluang Emas bagi Manufaktur Nasional

badge-check

Pasar Mesin Perkakas RI Siap Tembus 4 Miliar Dolar, Peluang Emas bagi Manufaktur Nasional Perbesar

Peluang Pasar Mesin Perkakas di Indonesia yang Menjanjikan

Prospek pasar mesin perkakas di Indonesia semakin cerah seiring dengan pertumbuhan sektor manufaktur nasional dan meningkatnya kebutuhan industri akan teknologi produksi yang lebih modern, efisien, dan presisi. Lembaga Ken Research memproyeksikan nilai pasar mesin perkakas Indonesia mencapai USD 4 miliar. Momentum ini turut mendorong minat pelaku industri global untuk memperluas investasi dan memperkenalkan inovasi teknologi manufaktur di pasar dalam negeri.

Potensi pasar yang besar tersebut menjadi momentum bagi edisi perdana CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition yang akan digelar pada 3–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Pameran ini akan menghadirkan pelaku industri mesin perkakas, manufaktur, dan otomatisasi dari berbagai negara untuk menjajaki peluang bisnis, serta mempercepat adopsi teknologi industri di Indonesia.

Perubahan Teknologi dalam Industri Pengolahan Logam

Industri pengolahan logam kini beralih dari teknik casting biasa menuju manufaktur komponen dengan presisi tinggi. Tren ini didorong permintaan dari sektor otomotif, elektronika, infrastruktur, dan energi baru. Namun, perkembangan industri mesin perkakas di Indonesia masih berada dalam tahap awal.

Perwakilan CMES Indonesia, Sun Xiao Li, menyampaikan bahwa sektor manufaktur menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan ekonomi nasional pada 2026. Kementerian Perindustrian (Kementerian) RI menargetkan industri manufaktur tumbuh 5,51 persen. Faktor pendorongnya berasal dari kinerja sejumlah sektor strategis, termasuk industri logam dasar yang diproyeksikan tumbuh hingga 14 persen; industri barang logam, komputer, elektronik dan optik ditargetkan tumbuh 4,81 persen; serta industri mesin dan perlengkapan sebesar 4,78 persen.

Target tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan investasi industri, dan mendorong modernisasi fasilitas produksi di berbagai sektor. Sehingga, membuka peluang bagi sektor mesin perkakas yang berperan penting mendukung aktivitas manufaktur. Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap teknologi produksi yang lebih modern, presisi, dan terotomatisasi.

Inovasi Teknologi yang Akan Ditampilkan di CMES Indonesia 2026

CMES Indonesia 2026 akan memamerkan berbagai inovasi terbaru di bidang mesin perkakas, pemrosesan logam, peralatan manufaktur presisi, otomatisasi pabrik, robotika, hingga teknologi industri pintar. Ajang ini juga menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan bisnis, menjalin kemitraan strategis, serta mempercepat transfer teknologi guna mendukung modernisasi industri nasional.

Sun Xiao Li menambahkan bahwa setelah menggelar pameran perdana di Vietnam pada 2025, CMES kini merambah Indonesia dan siap menangkap peluang pertumbuhan sektor manufaktur yang terus meningkat. Kami ingin memperkuat ekosistem industri manufaktur nasional dan mendukung agenda transformasi industri melalui program Making Indonesia 4.0.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini

9 Juli 2026 - 00:04 WIB

Penting! Jaminan Pensiun dan JHT PPPK, Sikap Tegas PT Taspen

8 Juli 2026 - 22:22 WIB

Pemerintah dan Danantara Luncurkan PSEL Pertama di Indonesia

8 Juli 2026 - 15:57 WIB

Profil PT PMMP, Perusahaan Kaesang yang Miliki Utang Rp 2,88 Triliun dan PHK Banyak Karyawan

7 Juli 2026 - 18:23 WIB

Harga emas Antam hari ini, Jumat 26 Juni 2026: Stabil, tidak mengalami kenaikan

26 Juni 2026 - 08:29 WIB

Trending di Ekonomi