TANAH LAUT, BOGORPEDIA.ID – Warga Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), digegerkan dengan penemuan enam ekor sapi yang mati mendadak di lahan sayuran kawasan Danau Waringin, Desa Pemuda. Fenomena ini menjadi viral setelah video amatir berdurasi 45 detik tersebar luas di masyarakat.
Kronologi Penemuan Sapi Mati di Danau Waringin
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik kebun pada Senin pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Saat tiba di lokasi, saksi terkejut melihat enam ekor sapi milik Sapriani sudah tergeletak tak bernyawa dengan kondisi perut kembung.
Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhani, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam. “Petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Selain itu, kami juga telah memintai keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026).
Polisi Selidiki Jenis Racun dan Kerugian Pemilik
Dugaan sementara menunjukkan bahwa sapi-sapi tersebut mati akibat keracunan. Namun, polisi masih mendalami apakah racun tersebut berasal dari bahan kimia pembersih rumput di perkebunan atau unsur kesengajaan lainnya. Akibat kejadian ini, pemilik ternak diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 120 juta.
Kapolsek Benny menjelaskan bahwa lokasi kejadian merupakan lahan perkebunan. Oleh karena itu, ada kemungkinan sapi memakan tanaman yang baru saja terkena penyemprotan bahan kimia. Meskipun demikian, segala kemungkinan tetap diselidiki secara menyeluruh termasuk memeriksa pemilik ternak dan kebun.
Imbauan Keamanan Ternak dari Polsek Pelaihari
Insiden ini kembali memicu perdebatan di masyarakat terkait ternak yang dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan. Hal ini sering kali menimbulkan konflik karena hewan ternak merusak tanaman sayuran atau kebun milik warga lain.
Pihak kepolisian mengimbau para peternak untuk lebih bertanggung jawab dalam merawat hewan mereka. “Jika ingin melepas sapi di lahan orang lain, sebaiknya jalin komunikasi yang baik. Selain itu, pastikan sapi tetap diikat agar tidak merusak tanaman warga dan memicu masalah baru,” tambah Iptu Benny.







