Jangan Terjebak Klaim Alami, Ini Tips Cermat Memilih Skincare Bayi
Memilih skincare untuk bayi memerlukan perhatian ekstra karena kulit mereka sangat sensitif dan masih dalam proses perkembangan. Orangtua sebaiknya tidak asal mengikuti tren atau membeli produk yang sedang viral tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit anak secara spesifik.
Menurut CEO Lilla, Chrisanti Indiana, langkah pertama yang paling krusial adalah memahami kebutuhan kulit anak. Ia menekankan bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama bagi setiap orangtua.
“Pasti harus tahu dulu kebutuhan bayinya apa dan harus aman dulu buat bayi karena kulit bayi yang lebih sensitif,” ujarnya setelah acara Lilla Media Luncheon di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Mengapa Kulit Bayi Memerlukan Perawatan Khusus?
Kulit bayi memiliki lapisan yang jauh lebih tipis daripada kulit orang dewasa. Kondisi ini membuat fungsi perlindungan alami kulit bayi belum berkembang secara sempurna. Jika Anda salah memilih produk perawatan, risiko iritasi, ruam, bahkan masalah kulit jangka panjang dapat mengintai si kecil.
Oleh karena itu, mengenali kondisi kulit bayi sejak dini adalah kunci utama. Setiap anak memiliki kondisi kulit yang unik, sehingga produk yang cocok untuk satu bayi belum tentu aman untuk bayi lainnya.
Mengenali Gejala Dermatitis Atopik dan Eksim
Santi menjelaskan bahwa saat ini banyak bayi menderita dermatitis atopik atau eksim. Ia menyarankan agar orangtua mengenali gejala-gejala ini sebelum memutuskan untuk membeli produk skincare tertentu.
“Sekarang ini banyak bayi yang punya dermatitis atopik atau eksim. Itu harus kita kenali dulu, baru cari produk yang bisa menjawab kebutuhannya,” tambahnya.
Sayangnya, banyak orangtua yang masih bingung membedakan antara alergi kulit biasa, eksim, dan dermatitis atopik. Padahal, setiap kondisi tersebut membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda. Kesalahan identifikasi justru berisiko memperparah kondisi kulit anak Anda.
Jangan Mudah Tergiur Klaim Alami dan Produk Viral
Di tengah membanjirnya produk skincare bayi dengan berbagai klaim menarik, orangtua harus lebih kritis. Produk yang populer di media sosial belum tentu menjamin keamanan dan kecocokan bagi semua jenis kulit bayi.
Santi menyarankan agar orangtua membaca komposisi bahan secara teliti. “Sekarang klaim produk itu banyak sekali. Jadi kita harus pintar-pintar memfilter. Perhatikan kandungannya, cek apakah klaimnya benar dan didukung oleh data,” tegasnya.
Hindari godaan label “alami” atau “aman untuk semua bayi” tanpa memeriksa daftar kandungannya terlebih dahulu. Beberapa bahan tertentu tetap berpotensi memicu iritasi jika digunakan secara berulang tanpa pengawasan.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis untuk Hasil Akurat
Untuk menghindari risiko kesehatan, carilah informasi dari sumber yang akurat dan terpercaya. Selain memantau informasi di media sosial, konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi orangtua.
“Kami selalu mendorong para ibu untuk mencari informasi dari ahli. Jangan hanya mengandalkan media sosial, tetapi bertanyalah kepada dokter anak atau dokter spesialis kulit (dermatologis),” saran Santi.
Konsultasi menjadi sangat penting jika bayi menunjukkan tanda-tanda masalah kulit yang tidak kunjung membaik, seperti kemerahan yang berulang, kulit yang sangat kering, atau gatal yang berlebihan. Dengan bantuan ahli, Anda dapat memilih produk yang tepat sasaran sesuai kebutuhan spesifik si kecil.











