Kota Batu Siap Mengikuti Program LSDP
Kota Batu telah menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengelolaan persampahan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dalam rangka menghadapi tantangan lingkungan di masa depan, Pemerintah Kota Batu menunjukkan komitmen yang kuat dalam melakukan pembenahan tata kelola persampahan.
Pada akhir pekan lalu, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto memberikan pemaparan dalam kegiatan Assessment dan Forum Pemerintah Daerah untuk Pemilihan Lokasi LSDP yang berlangsung di Balai Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala daerah Malang Raya lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Heli Suyanto menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh mulai dari pengurangan sampah dari sumber, penguatan fasilitas pengolahan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap budaya pilah sampah.
“Kami ingin membangun sistem pengelolaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Rencana Pembangunan TPST Modern di Tlekung
Heli Suyanto juga menyampaikan rencana pengembangan sistem persampahan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 50 ton per hari di kawasan Tlekung. Selain itu, rencana ini juga mencakup revitalisasi TPS3R komunal, penguatan regulasi pengelolaan sampah dan retribusi, kampanye ‘Batu Pilah Sampah’ hingga transformasi kelembagaan pengelola persampahan menuju sistem yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Harapan Pemerintah Kota Batu adalah dapat terpilih dalam program LSDP sehingga peningkatan kualitas layanan persampahan dan pemulihan lingkungan bisa berjalan lebih optimal.
Didukung Roadmap Bersama Bank Dunia
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni menjelaskan bahwa tahapan pengembangan sistem persampahan mengacu pada roadmap yang telah disusun bersama Bank Dunia. Sebab LSDP merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia yang didukung oleh Bank Dunia untuk meningkatkan pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.
Untuk itu, pada 2027 mendatang, Pemkot Batu berencana membangun tiga TPS3R komunal baru dengan kapasitas masing-masing 10 ton per hari di Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, dan Pasar Induk Among Tani. Di sektor hilir, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung direncanakan akan diubah menjadi TPST modern. Rencananya, pembangunan TPST ini akan dimulai tahun 2028 setelah penguatan fasilitas pengolahan di sektor hulu rampung dilakukan.
Teknologi Bio-Digester di Pasar Induk Among Tani
Disektor hilir, khusus di Pasar Induk Among Tani, sistem pengelolaan sampah akan memanfaatkan teknologi bio-digester. Teknologi ini menggunakan proses anaerobik untuk mengolah limbah organik menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus menghasilkan pupuk cair maupun padat.
“Teknologi ini sangat efektif dalam mengurangi limbah dan menghasilkan energi serta pupuk yang bisa digunakan kembali,” jelas Dian Fachroni.
Dian berharap segera ada kepastian lokasi agar dapat dimasukkan dalam perubahan anggaran. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.







