Menu

Mode Gelap
Kerim Memija Dikabarkan Masuk Radar Persija Jakarta, Ini Profil Bek Kanan Asal Bosnia Mabes Polri Bentuk Polres Baru di Ibu Kota Nusantara PSSI Undang Persebaya! Tim Surabaya Resmi Ikut Piala Presiden 2026 Persija Jakarta Rekrut Bek Sayap Bosnia di Awal Juli Menteri Zulhas Pahami Keresahan Mitra BGN, Siap Fasilitasi Mediasi Cari Solusi Pakai Baju PSI, Jokowi Blusukan ke Lampung

Nasional

Evaluasi SPPG Surabaya Pasca Insiden Siswa Terkena MBG

badge-check


					Evaluasi SPPG Surabaya Pasca Insiden Siswa Terkena MBG Perbesar

Evaluasi Menyeluruh Terkait Insiden Keracunan di Surabaya

Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden ratusan siswa TK hingga SMP di Kota Surabaya yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini menimpa siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bubutan. Makanan yang dikonsumsi berasal dari satu dapur yang sama, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.

Penutupan Sementara Operasional SPPG

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah menutup sementara operasional SPPG Tembok Dukuh.

“Kami dari BGN Regional Jawa Timur akan menindaklanjuti dan melakukan evaluasi. Kami arahkan jeda distribusi (operasional SPPG Tembok Dukuh) sementara ditutup,” ujar Teguh kepada awak media di Surabaya, Selasa (12/5).

Teguh juga menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan yang sedang diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya. “Makanya kami akan evaluasi dahulu, kami tindak lanjuti, setelah itu kami tutup dapur ini sementara waktu. Kami masih evaluasi, untuk selanjutnya kami menunggu hasil lab, ya,” tambahnya.

Permohonan Maaf dari Kepala SPPG

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan massal tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan para korban.

“Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan,” ujar Chafi.

Meskipun begitu, Chafi memastikan bahwa bahan makanan yang digunakan dalam kondisi segar. Proses pengolahan hingga penyajian menu MBG juga dilakukan sesuai prosedur BGN yang berlaku.

“Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu,” tegasnya.

Operasional Baru dan Sertifikasi

Chafi menjelaskan bahwa dapur MBG tersebut baru beroperasi selama 3 bulan sejak 2026. Meski demikian, ia mengklaim bahwa pihaknya telah mengantongi izin dan sertifikasi yang disyaratkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sertifikasi sudah, lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kita. Untuk tindak lanjut dari SPPG, kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang menjadi korban, dan kami akan banyak evaluasi,” pungkas Chafi.

Kronologi Singkat Insiden

Insiden keracunan terjadi pada Senin pagi (11/5), ketika ratusan siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bubutan, Surabaya mengalami gejala mual dan pusing setelah menyantap menu MBG dari dapur SPPG Tembok Dukuh.

Sebanyak 200 siswa dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Menurut Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, gejala yang dialami korban mencakup mual dan pusing. Dari keterangan guru, dugaan sementara menyebutkan bahwa keracunan dipicu oleh hidangan berbahan daging.

“Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya nggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin dari dagingnya, karena selama ini nggak pernah dikasih daging,” ujar Tyas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mabes Polri Bentuk Polres Baru di Ibu Kota Nusantara

26 Juni 2026 - 11:17 WIB

Bareskrim Tahan Dirut PT MMS Terkait Kasus Under Invoicing Ekspor Sawit

26 Juni 2026 - 10:58 WIB

Hotman Paris Kumpulkan Rp1,3 Miliar untuk Korban Penyekapan di Bandung

26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Kapolri Tetapkan Brigjen Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh

26 Juni 2026 - 03:35 WIB

Korban tewas gempa Venezuela bertambah jadi 188 orang, 1.500 terluka

26 Juni 2026 - 00:48 WIB

Trending di Nasional