Menu

Mode Gelap
Resmi Bercerai, Wardatina Mawa Bagikan Kembali Kenangan Pernikahan dengan Insanul Fahmi: Semoga Bahagia dengan Pasangan Barumu ‘Air mata tak hapus nyawa korban’, ini alasan hakim PN Indramayu vonis mati Ririn Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi? Bobotoh Harus Berlapang Dada: Bintang Legendaris Persib Dipastikan Pergi Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini 10 Foto Keluarga Marcella Zalianty di Lotte World, Korsel!

Ekonomi

Analisis IHSG Jumat 26/6: Waspadai Koreksi, Cek Target Harga MEDC, UNTR, UNVR, dan MAPA

badge-check

Perbesar

Prediksi Pergerakan IHSG Pada Hari Jumat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (26/6), setelah sebelumnya berhasil naik sebesar 1,96 persen ke level 5.999 pada hari Kamis (25/6). Prediksi ini didasarkan pada analisis dari MNC Sekuritas yang menyatakan bahwa IHSG masih berada dalam fase wave (b) dari wave [iv].

Menurut prediksi MNC Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan koreksinya dan mencoba menguji rentang area 5.723 hingga 5.847. Sementara itu, penguatan jangka pendek diharapkan dapat menguji level 6.060 hingga 6.120. Dalam hal ini, support diperkirakan berada di level 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance di level 6.286 dan 6.459.

Strategi Investasi yang Direkomendasikan

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi “Buy on Weakness” untuk beberapa saham pilihan. Rekomendasi tersebut mencakup saham-saham seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

Rekomendasi untuk MAPA

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa saham MAPA akan menguat sebesar 5,83 persen ke level 635, dengan disertai munculnya volume pembelian. Penguatan saham ini juga mampu berada di atas MA60. Saat ini, posisi MAPA diperkirakan berada dalam fase wave (E) dari wave [B].

Investor disarankan untuk melakukan “Buy on Weakness” di rentang harga 595 hingga 615, dengan target harga 670 dan 750. Namun, investor harus memperhatikan stoploss di bawah 570.

Rekomendasi untuk MEDC

Saham MEDC diperkirakan akan menguat sebesar 1,065 persen, dengan disertai munculnya volume pembelian. Saat ini, posisi MEDC diperkirakan berada dalam fase wave [v] dari wave C.

Strategi “Buy on Weakness” disarankan untuk saham MEDC di rentang harga 980 hingga 1.030, dengan target harga 1.220 hingga 1.370. Stoploss disarankan berada di bawah 955.

Rekomendasi untuk UNTR

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa saham UNTR akan menguat sebesar 2,27 persen ke level 22.500, dengan disertai munculnya volume pembelian. Meskipun demikian, penguatan saham ini masih terbatas oleh MA20.

Posisi UNTR saat ini diperkirakan berada dalam fase wave B dari wave (4). Investor disarankan untuk melakukan “Buy on Weakness” di rentang harga 21.350 hingga 22.975, dengan target harga 23.850 hingga 24.850. Stoploss disarankan berada di bawah 20.875.

Rekomendasi untuk UNVR

Saham UNVR diperkirakan akan menguat sebesar 2,97 persen ke level 1.735, dengan disertai meningkatnya volume pembelian. Penguatan saham ini juga mampu berada di atas MA60.

Posisi UNVR saat ini diperkirakan berada dalam fase awal dari wave [c] dari wave B. Investor disarankan untuk melakukan “Buy on Weakness” di rentang harga 1.685 hingga 1.730, dengan target harga 1.875 hingga 2.000. Stoploss disarankan berada di bawah 1.680.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini

9 Juli 2026 - 00:04 WIB

Penting! Jaminan Pensiun dan JHT PPPK, Sikap Tegas PT Taspen

8 Juli 2026 - 22:22 WIB

Pemerintah dan Danantara Luncurkan PSEL Pertama di Indonesia

8 Juli 2026 - 15:57 WIB

Profil PT PMMP, Perusahaan Kaesang yang Miliki Utang Rp 2,88 Triliun dan PHK Banyak Karyawan

7 Juli 2026 - 18:23 WIB

Harga emas Antam hari ini, Jumat 26 Juni 2026: Stabil, tidak mengalami kenaikan

26 Juni 2026 - 08:29 WIB

Trending di Ekonomi