Kehidupan yang Berubah: Cerita Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi
Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi resmi bercerai pada hari Rabu (8/7/2026). Setelah berpisah, Wardatina Mawa membagikan kembali momen-momen indah dari pernikahannya dengan Insanul Fahmi tujuh tahun lalu melalui akun Instagram pribadinya @mawa39718. Dalam unggahannya, ia menampilkan foto-foto saat Insanul Fahmi mengucapkan ijab kabul untuk menikahinya.

“Kenangan 7 tahun lalu harus berakhir hari ini,” tulis Wardatina Mawa dalam caption unggahannya, dikutip dari akun Instagramnya pada Kamis (9/7/2026).
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Insanul Fahmi atas 7 tahun kebersamaan mereka. Perempuan asal Medan tersebut memanjatkan doa agar mantan suaminya bisa bahagia bersama wanita pilihan hidupnya.
“Terima kasih untuk 7 tahun kebersamaannya. Semoga kamu berbahagia dengan wanita pilihanmu,” ujarnya.
Setelah proses perceraian diresmikan oleh Pengadilan Agama, Wardatina Mawa mengatakan bahwa kini ia sedang menata ulang hidupnya. Fokus utamanya adalah sang putra, buah cinta dari pernikahannya dengan Insanul Fahmi.
“Sekarang dan aku pun akan menata ulang kembali hidupku bersama putraku,” tambah ibu satu putra ini.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas luka yang ditinggalkan mantan suaminya. “Terima kasih untuk luka yang kau tinggalkan, semoga aku bisa secepatnya sembuh dari luka ini dan bangkit demi putraku,” lanjutnya.
Wardatina Mawa mengatakan bahwa ia sudah ikhlas dengan apa yang terjadi dalam kehidupan pernikahannya dengan Insanul Fahmi. “Insyaallah aku sudah ikhlas dengan semua nya,” tutupnya.
Latar Belakang Perceraian
Sebelum mengajukan gugatan cerai, Wardatina Mawa lebih dahulu melaporkan suaminya dan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya. Ia melaporkan kedua orang tersebut atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan.
Diketahui, Inara Rusli dan Insanul Fahmi mengaku telah menikah siri. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Wardatina Mawa akhirnya memutuskan untuk bercerai.
Gugatan cerai tersebut kemudian diajukan oleh Wardatina Mawa ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan. Proses perceraian ini dianggap sebagai langkah penting bagi Wardatina Mawa untuk menjalani hidup baru tanpa beban masa lalu.
Menyembuhkan Luka dan Melangkah Maju
Meskipun perceraiannya cukup mengejutkan publik, Wardatina Mawa tampaknya sudah siap untuk menerima realitas baru. Ia tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga pada anaknya yang menjadi prioritas utamanya.
Kehidupan barunya diharapkan dapat memberinya kesempatan untuk pulih dari luka dan membangun masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan keluarga dan kerja keras, ia percaya bahwa ia dapat melewati masa sulit ini.
Perjalanan Wardatina Mawa menjadi contoh bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan mengambil langkah-langkah penting untuk masa depan yang lebih cerah.










