Menu

Mode Gelap
Resmi Bercerai, Wardatina Mawa Bagikan Kembali Kenangan Pernikahan dengan Insanul Fahmi: Semoga Bahagia dengan Pasangan Barumu ‘Air mata tak hapus nyawa korban’, ini alasan hakim PN Indramayu vonis mati Ririn Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi? Bobotoh Harus Berlapang Dada: Bintang Legendaris Persib Dipastikan Pergi Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini 10 Foto Keluarga Marcella Zalianty di Lotte World, Korsel!

Lifestyle

Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi?

badge-check

Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi? Perbesar

Apa yang Perlu Diketahui tentang Trigliserida Tinggi?

Hasil cek darah menunjukkan bahwa kolesterol total Anda normal dan LDL tidak terlalu tinggi, tetapi trigliserida tinggi. Hal ini bisa membuat Anda bingung, apakah kondisi ini berisiko bagi kesehatan? Trigliserida adalah jenis lemak dalam darah yang berfungsi menyimpan energi dari makanan. Setelah makan, tubuh mengubah kelebihan kalori, terutama dari gula dan karbohidrat olahan, menjadi trigliserida, lalu menyimpannya di sel lemak.

Trigliserida adalah bagian dari panel lipid, dan jika angkanya tinggi, itu tetap perlu ditindaklanjuti. Kadar trigliserida di bawah 150 mg/dL biasanya dianggap normal, sementara angka yang lebih tinggi perlu dibaca bersama faktor risiko lain.

Trigliserida Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Jantung

Meski low-density lipoprotein (LDL atau kolesterol jahat) lebih dikenal, trigliserida tinggi juga tidak bisa diabaikan. Trigliserida tinggi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular karena terkait dengan partikel sisa yang kaya kolesterol yang bersifat aterogenik (menyebabkan pembentukan plak di dinding arteri).

Saat trigliserida tinggi, darah bisa membawa lebih banyak partikel sisa metabolisme lemak yang ikut berkontribusi pada pembentukan plak di pembuluh darah. Inilah alasan Anda bisa tetap punya risiko jantung meski kolesterol total terlihat normal.

Trigliserida Tinggi Bisa Menjadi Tanda Masalah Metabolik

Trigliserida tinggi sering kali bukan masalah yang berdiri sendiri. Ini dapat menjadi tanda kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, seperti obesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe 2 atau pradiabetes, hipotiroidisme, dan beberapa kondisi genetik.

Beberapa penyebab sekunder trigliserida tinggi antara lain:
* Diabetes.
* Penyakit ginjal kronis.
* Obesitas.
* Kehamilan.
* Penyakit inflamasi kronis.
* Konsumsi alkohol.
* Pola makan tinggi lemak jenuh.
* Makanan tinggi indeks glikemik seperti karbohidrat olahan dan gula.
* Beberapa obat juga dapat menaikkan trigliserida, misalnya steroid, estrogen, beta-blocker, diuretik, dan obat imunosupresan tertentu.

Risiko Kesehatan Kadar Trigliserida yang Sangat Tinggi



Pada kadar ringan sampai sedang, kekhawatiran utama trigliserida tinggi adalah risiko penyakit jantung dan stroke dalam jangka panjang. Angka trigliserida ringan sampai sedang adalah ≥150 mg/dL saat puasa atau ≥175 mg/dL saat tidak puasa hingga di bawah 500 mg/dL.

Kadar ≥500 mg/dL masuk kategori berat, dan risiko pankreatitis perlu diperhatikan, terutama jika angkanya mencapai ≥1.000 mg/dL. Pankreatitis adalah peradangan pankreas yang bisa menyebabkan nyeri perut hebat dan butuh penanganan medis.

Hasil Trigliserida Tinggi? Ini yang Perlu Dilakukan

Langkah pertama adalah memastikan hasilnya benar. Trigliserida mudah dipengaruhi makanan terakhir, alkohol, dan kondisi tubuh saat pemeriksaan. Jika hasilnya tinggi, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan ulang, sering kali dalam kondisi puasa, terutama jika angkanya tinggi atau akan dipakai untuk menentukan pengobatan.

Pemeriksaan trigliserida biasanya menjadi bagian dari panel lipid, dan puasa diperlukan untuk pengukuran trigliserida yang akurat. Setelah itu, cek faktor yang sering menyertai seperti gula darah puasa atau HbA1c, tekanan darah, lingkar pinggang, fungsi hati, fungsi ginjal, TSH jika dicurigai gangguan tiroid, serta obat atau suplemen yang sedang digunakan.

Dari sisi gaya hidup, fokus terbesar biasanya bukan sekadar mengurangi makanan berlemak, melainkan mengurangi gula dan karbohidrat olahan. Saran umumnya adalah membatasi gula dan karbohidrat rafinasi, menurunkan berat badan jika diperlukan, rutin olahraga, memilih lemak yang lebih sehat, serta membatasi alkohol.

Intervensi gaya hidup dan kontrol penyebab sekunder adalah kunci penanganan hipertrigliseridemia.

Kapan Perlu Lebih Waspada?

Jangan menunggu muncul gejala, karena trigliserida tinggi biasanya tidak terasa. Segera konsultasi jika trigliserida ≥500 mg/dL, ada riwayat pankreatitis, diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, perlemakan hati, riwayat keluarga penyakit jantung dini, atau kadar trigliserida tetap tinggi meski pola makan sudah diperbaiki.

Kesimpulannya, trigliserida tinggi walaupun kolesterol normal tidak boleh diabaikan, karena ini memberi petunjuk bahwa metabolisme lemak dan energi sedang tidak ideal. Kabar baiknya, trigliserida bisa diperbaiki lewat perubahan gaya hidup seperti mengurangi gula, membatasi alkohol, bergerak rutin, menurunkan berat badan jika perlu, dan mengelola gula darah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Psikologi: 7 Ciri Unik Orang yang Sering Bawa Botol Air

4 Juli 2026 - 23:55 WIB

Padu padan kemeja dan batik, tampil menawan dan elegan

3 Juli 2026 - 05:31 WIB

Orang yang Sering Dikucilkan dari Acara Sosial Umumnya Punya 7 Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

2 Juli 2026 - 18:28 WIB

Orang Pintar yang Datang Awal dan Pulang Tepat Waktu Memiliki 7 Sifat Langka Ini

26 Juni 2026 - 20:05 WIB

Cinta Larissa Chou dan Ikram Rosadi Berujung Perceraian Setelah 3 Tahun Menikah

26 Juni 2026 - 01:56 WIB

Trending di Lifestyle