Menu

Mode Gelap
LAK DKI JAKARTA BUKA POSKO PENGADUAN KONSUMEN APARTEMEN LRT CITY Eks Wakapolri Merasa Dikriminalisasi, Kortas Tipidkor Polri Angkat Bicara Rambut Rontok? Ini 6 Vitamin untuk Akar Lebih Kuat dan Sehat Keluarga kaget tahu Miskah Shafa hamil anak kedua Mengapa Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite, Tapi Kawasaki, Honda, dan Yamaha Scorpio Boleh? Jokowi bertemu teman kuliah UGM sebelum persidangan kasus ijazah palsu

Lifestyle

4 Jenis Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

badge-check

4 Jenis Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes Perbesar

Jus dan Kesehatan Pasien Diabetes

Jus menjadi bagian dari pola makan banyak orang. Namun, bagi pasien diabetes, kandungan buah saja belum cukup untuk menentukan apakah minuman tersebut aman dikonsumsi. Jus buah tetap mengandung karbohidrat. Saat buah diperas dan sebagian besar ampasnya dibuang, gula dari beberapa buah dapat terkumpul dalam satu gelas, sementara kandungan seratnya jauh lebih sedikit dibanding buah utuh. Akibatnya, jus lebih mudah diminum dalam jumlah banyak tanpa memberikan rasa kenyang yang sama.

Tidak semua jus pantangan diabetes. Pasien diabetes tidak selalu harus menghindari jus buah sepenuhnya. American Diabetes Association menyebut jus buah 100 persen masih dapat dimasukkan ke dalam pola makan diabetes. Namun, porsinya relatif kecil. Sekitar sepertiga hingga setengah cangkir jus sudah dapat mengandung kurang lebih 15 gram karbohidrat. Itu setara dengan sekitar 80–120 mililiter, bukan satu gelas besar.

Kandungan karbohidratnya juga harus dihitung sebagai bagian dari makanan atau camilan, bukan dianggap sebagai minuman bebas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan gula yang secara alami terdapat dalam jus buah sebagai free sugars atau gula bebas. Kategori ini berbeda dari gula dari buah utuh. WHO merekomendasikan agar asupan gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10 persen total energi harian dan, jika memungkinkan, di bawah 5 persen.

Jenis-Jenis Jus yang Harus Dihindari

Berikut ini jus yang sebaiknya dihindari oleh orang dengan diabetes:

  • Minuman rasa buah dan nektar dengan gula tambahan

    Produk dengan tulisan “minuman buah”, “rasa buah”, “fruit drink”, “juice drink”, “punch”, atau “nektar” belum tentu merupakan jus buah 100 persen. Produk tersebut dapat mengandung air, konsentrat buah, gula, sirop glukosa, atau pemanis lainnya. Jenis inilah yang paling perlu dihindari atau sangat dibatasi.

    Metaanalisis tahun 2025 menemukan bahwa konsumsi jus yang bukan 100 persen berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, sedangkan jus buah 100 persen tidak menunjukkan manfaat perlindungan yang sama seperti buah utuh.

    Periksa daftar komposisi serta jumlah karbohidrat total dan gula per sajian. Perhatikan pula jumlah sajian dalam satu botol. Satu kemasan bisa saja berisi dua atau tiga sajian.

  • Jus yang ditambah gula, madu, atau kental manis



    Jus buah segar pun bisa menjadi minuman tinggi gula apabila ditambah gula pasir, madu, sirop, kental manis, es krim, atau krimer manis. Label “alami” pada madu atau gula aren tidak mengubah fakta bahwa bahan tersebut tetap menambah karbohidrat yang perlu diperhitungkan.

    Pesanlah jus tanpa tambahan pemanis. Namun, tanpa gula tambahan bukan berarti bebas gula karena buah tetap memiliki gula alami.

  • Jus porsi besar dari beberapa buah sekaligus

    Satu gelas jus mangga, apel, anggur, jeruk, nanas, atau campuran beberapa buah dapat membutuhkan lebih dari satu porsi buah. Makin banyak buah yang digunakan, makin besar pula kemungkinan jumlah karbohidratnya.

    Bukan cuma jenis buah, perhatikan juga jumlah buah dan ukuran gelas. Jus 100 persen dalam botol besar tetap dapat meningkatkan asupan karbohidrat apabila diminum tanpa mengukur porsi.

    Menambahkan air tidak otomatis menghilangkan gulanya. Gula baru berkurang jika jumlah jus memang dikurangi, misalnya cuma menuang setengah gelas kecil lalu menambahkan air.

  • Jus “detoks” atau herbal yang diklaim menurunkan gula darah

    Kata “detoks”, “diabetes-friendly”, atau “penurun gula darah” tidak menjamin suatu jus aman maupun efektif. Produk tersebut masih dapat mengandung banyak buah, madu, kurma, atau bahan lain yang mengandung karbohidrat.

    Jus pare dan berbagai ramuan tanaman juga tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat diabetes. Bukti klinis mengenai pare masih terbatas dan belum cukup kuat untuk menjadikannya terapi standar.

    Jangan mengurangi dosis obat atau insulin hanya karena rutin mengonsumsi jus tertentu.

Buah Utuh Lebih Baik Daripada Jus



Buah utuh biasanya menjadi pilihan yang lebih baik. Jika ingin mengonsumsi buah, utamakan buah segar, buah beku tanpa gula tambahan, atau buah kalengan tanpa sirop.

Buah utuh menyediakan serat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikunyah sehingga umumnya lebih mengenyangkan daripada jus.

Tidak perlu menghindari buah manis. Buah tetap mengandung karbohidrat, tetapi dapat dimasukkan ke dalam rencana makan sehari-hari dengan memperhatikan jenis, jumlah, dan respons gula darah pada masing-masing orang.

Sebuah metaanalisis uji klinis menemukan bahwa konsumsi jus buah 100 persen secara keseluruhan tidak memperburuk kadar glukosa puasa, insulin, resistansi insulin, atau HbA1c secara signifikan. Namun, hasil tersebut tidak berarti jus mampu mengobati diabetes atau boleh diminum tanpa batasan.

Tips Konsumsi Jus untuk Pasien Diabetes

Jika tetap mau minum jus, lakukan ini:

  • Pilih jus dengan keterangan 100 persen buah dan tanpa tambahan gula.
  • Batasi porsinya sekitar 80–120 mililiter atau sesuaikan dengan anjuran dokter maupun ahli gizi.
  • Hitung kandungan karbohidratnya sebagai bagian dari rencana makan.
  • Periksa gula darah sebelum dan sekitar satu hingga dua jam setelah minum jus apabila kamu sedang mencoba produk atau porsi baru. Respons setiap orang dapat berbeda, tergantung jenis diabetes, obat, insulin, makanan lain yang dikonsumsi, dan aktivitas fisik.

Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Pilihan lain yang umumnya lebih rendah karbohidrat meliputi teh tawar, kopi tanpa gula, atau infused water.

Situasi Khusus di Mana Jus Bisa Dibutuhkan

Jus dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat kerja cepat saat terjadi hipoglikemia (gula darah rendah). Ada anjuran 15–15, yaitu ketika glukosa darah berada pada atau di bawah 70 mg/dL, konsumsi sekitar 15 gram karbohidrat cepat serap, tunggu 15 menit, lalu periksa kembali. Salah satu pilihannya adalah setengah cangkir atau sekitar 120 mililiter jus. Jika kadar gula masih rendah, langkah tersebut dapat diulang.

Praktik ini berbeda dari kebiasaan minum jus setiap hari. Jus dipakai dalam jumlah terukur untuk menangani gula darah rendah, bukan sebagai minuman rutin atau terapi untuk menurunkan gula darah.

Jenis jus yang sebaiknya dihindari oleh pasien diabetes meliputi minuman rasa buah, nektar, dan jus dengan tambahan gula. Jus buah 100 persen masih mungkin dikonsumsi sedikit, tetapi buah utuh menjadi pilihan yang lebih mengenyangkan dan mudah dikontrol porsinya. Jika gula darah sering melonjak atau turun setelah minum jus, bicarakan dengan dokter atau ahli gizi untuk menyesuaikan pola makan dan pengobatan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rambut Rontok? Ini 6 Vitamin untuk Akar Lebih Kuat dan Sehat

20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Perbedaan Agama Tak Jadi Hambatan, Mama Rieta dan Desiree Tarigan Tunjukkan Persahabatan yang Kuat

19 Juli 2026 - 12:29 WIB

Jika Remaja Tidak Mendengarkan, Lakukan 7 Kebiasaan Ini Berdasarkan Psikologi

17 Juli 2026 - 20:13 WIB

5 Perbedaan Sepatu Onitsuka Tiger Asli dan KW, Jangan Tertipu!

16 Juli 2026 - 12:10 WIB

Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi?

9 Juli 2026 - 00:49 WIB

Trending di Lifestyle