Kehilangan yang Menyedihkan
Seorang ibu sedang mengalami rasa pedih yang luar biasa setelah putranya, Christopher Rustam Muda Dua (21), tenggelam di kawasan wisata Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Sumatera Utara pada hari Sabtu (11/4/2026). Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Christopher.
Christopher adalah seorang calon pastor Katolik yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat di Pematangsiantar. Kabar duka tersebut langsung menyelimuti keluarga besar STFT Santo Yohannes Pematangsiantar. Ibu dari Christopher tampak sangat histeris dan menangis tersedu-sedu ketika melihat proses pencarian korban hingga hari ketiga.
Ia ditemani oleh rombongan suster yang juga ikut berdoa dan memohon kepada Tuhan agar jasad putranya dapat segera ditemukan. Mereka menangis sesenggukan sambil menghadap Danau Toba.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula setelah Christopher bersama rombongannya selesai melakukan studi dan corretio fraterna. Setelah kegiatan tersebut, mereka memutuskan untuk menikmati rekreasi di kawasan Air Terjun Situmurun. Para frater yang didampingi Romo Ngadiono tersebut berenang dan menikmati sejuknya air Danau Toba.
Romo Ngadiono mengakui bahwa Christopher tiba-tiba kelelahan dan mengalami kram di kaki. Bahkan, Christopher sempat berteriak minta tolong pada teman-temannya. “Ia sempat berteriak minta tolong. Teman-temannya berusaha mengejar, namun derasnya arus membuat tubuh Christopher cepat terseret dan tenggelam,” ujar Romo Ngadiono, Minggu (12/4/2026).
“Kami sudah berusaha, tapi arusnya kuat sekali. Dia langsung hilang,” sambungnya. Rombongan segera melapor ke Tim SAR dan kepolisian. Pencarian hari pertama langsung dilakukan. Tim Basarnas Danau Toba menurunkan penyelam dan menyisir permukaan dengan sonar aquaeye. Namun kedalaman titik tenggelam yang mencapai 105 meter membuat pencarian sangat sulit.
Tidak satu pun dari mereka memakai pelampung saat berenang. Kepala Koordinator Basarnas Danau Toba, Erikson Gultom, membenarkan kondisi itu. “Korban kelelahan dan kram saat berenang bersama rombongan, lalu tenggelam. Hari pertama kami pakai sonar dan penyelaman, tapi belum ada hasil,” ujar Erikson Gultom. “Pencarian dilanjutkan besok pagi, tanggal 13 April 2026,” sambungnya.
Kehadiran Ibu Korban
Ibu korban datang dari Batam. Begitu tiba di tepi Danau Toba, ia langsung histeris. Di hadapan ratusan warga dan petugas yang memadati lokasi, sang ibu berlutut, menatap permukaan danau sembari memohon kepada Tuhan agar jasad putranya segera ditemukan. “Tuhan, tunjukkan anakku. Kembalikan anakku,” tuturnya.
Warga yang berkumpul berusaha menenangkan dan memberi semangat kepada ibu korban. Hingga sore, jasad CR belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan esok, Senin (13/4/2026) pagi.







