Perjuangan Ruben Onsu dalam Menghadapi Isu Kesehatan
Ruben Onsu akhirnya mengakhiri berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya dengan menunjukkan hasil rekam medis. Namun, di balik keputusan tersebut, terdapat perasaan batin yang cukup berat. Sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani tes kesehatan, Ruben sempat merasa tidak nyaman karena selalu menjadi pihak yang harus memberikan bukti.
Pemikiran ini muncul setelah isu kesehatannya kembali mencuat. Ruben merasa bahwa dirinya selalu menjadi target utama dalam berbagai tuduhan, termasuk soal penyakit menular. Ia bahkan sempat menyampaikan protes kecil kepada kuasa hukumnya.
“Ruben sempat keberatan, dia bilang: ‘Kenapa harus saya selalu yang harus membuktikan sesuatu? Termasuk kesehatan, kenapa enggak sama-sama periksa kesehatan?’,” ujar Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026).
Keputusan untuk Menjalani Tes Kesehatan
Meski awalnya ragu, Minola memberikan nasihat agar Ruben tetap rendah hati dan menjalani tes tersebut demi mengakhiri spekulasi. “Saya bilang jangan, kita enggak boleh keras hati. Lakukan saja, rendah hati saja. Kalau memang hanya kita (yang periksa), ya kita saja, enggak jadi persoalan. Pasti ada gunanya,” imbuh Minola.
Keputusan untuk melakukan tes kesehatan diambil setelah proses mediasi gugatan hak asuh anak pada 15 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, isu kesehatan Ruben masih terus dibawa-bawa dan dijadikan bahan pembicaraan oleh pihak lawan, terutama terkait keamanan bagi anak-anak.

Bukti yang Diungkapkan oleh Kuasa Hukum
Setelah mendengar isu tersebut, Ruben akhirnya memutuskan untuk bertindak proaktif. Pada 25 Juli 2026, ia melakukan tes kesehatan. Minola menunjukkan dokumentasi autentik saat Ruben menjalani tes kesehatan. Dokumentasi tersebut menunjukkan bahwa tes dilakukan melalui layanan Home Service Prodia di kediaman Ruben.
Bukti tersebut menampilkan lengan Ruben yang ditempeli plester putih bundar usai pengambilan sampel darah. Foto tersebut tercatat diambil pada 25 Juli 2026 pukul 15:43 WIB. Rekaman berdurasi pendek yang memperlihatkan seorang tenaga kesehatan pria berseragam biru tengah merapikan peralatan ke dalam tas hitam besar bertuliskan “Home Service Prodia”.
“Ini sudah dipersiapkan sejak tanggal 25 Juli. Kami siapkan untuk kepentingan pembuktian nantinya di ruang persidangan, terutama jika masalah kesehatan ini dipakai sebagai dalil untuk memenangkan hak asuh anak,” jelas Minola.
Teka-teki Obat yang Dibeli Adik Sarwendah
Alasan lain yang menguatkan Ruben untuk menjalani tes adalah adanya narasi obat-obatan dalam chat WhatsApp yang viral. Ruben mengaku bingung karena selama ini ia hanya mengonsumsi obat yang disiapkan oleh pihak keluarga istri, tanpa pernah ada diagnosa dokter yang menyatakan dirinya mengidap penyakit serius.
“Ruben sering dikatakan kena penyakit tiga huruf, sementara tidak ada dokter mana pun yang memeriksa dia menyatakan hal itu. Obat-obat itu menurut Ruben yang menyiapkan dan membeli adalah adiknya S (Sarwendah),” beber Minola.
Kondisi inilah yang membuat Ruben merasa perlu membuktikan secara medis melalui lembaga independen apakah dirinya benar-benar sakit atau tidak.
Hasil Tes Medis yang Menyatakan Non-Reaktif
Hasil tes medis yang keluar menunjukkan bahwa Ruben Samuel Onsu dinyatakan Non-Reaktif alias negatif HIV. Hasil ini sekaligus mematahkan spekulasi netizen. “Hasilnya Non-Reaktif. Jadi artinya tidak ada seperti apa yang dituduhkan,” tegas Minola.
Meskipun merasa terganggu dan menganggap tuduhan tersebut lucu sekaligus tidak berdasar, Ruben kini merasa lega karena telah mengantongi bukti kuat untuk menghadapi sidang lanjutan pada 6 Agustus mendatang.
















Komentar ditutup.