BOGOR — Di tengah tantangan cuaca ekstrem serta keterbatasan anggaran di tingkat daerah, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mendorong para kepala daerah untuk mengandalkan sinergi lintas sektor guna membangun ketahanan perkotaan yang berkelanjutan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dedie Rachim usai menyambut dan menjamu para anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) III dalam acara Gala Dinner Mayor’s Talk APEKSI 2026 di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).
Sebagai tuan rumah, Dedie menyambut hangat kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bogor. Ia menilai bahwa fenomena krisis iklim global—termasuk ancaman cuaca ekstrem seperti El Nino dan La Nina—menuntut kepemimpinan daerah agar lebih kreatif dalam mencari solusi alternatif di tengah keterbatasan fiskal.
“Di tengah situasi yang serba terbatas secara anggaran, ditambah dunia sedang dilanda fenomena cuaca ekstrem El Nino dan La Nina, kita harus mencari solusi untuk mengembalikan status kota sebagai Kota Tangguh melalui kolaborasi dan sinergi,” ujar Dedie Rachim.
Puncak rangkaian acara Mayor’s Talk yang dipusatkan di IPB International Convention Center (ICC) Bogor ini turut menghadirkan sejumlah pemangku kebijakan tingkat nasional serta praktisi lapangan. Beberapa di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, serta perwakilan akademisi dan praktisi pengelolaan sampah seperti Rekosistem.
“Rangkaian acara dibuka langsung oleh Menko Pangan, serta menghadirkan narasumber utama seperti Kepala BMKG, Menteri Lingkungan Hidup atau yang mewakili, akademisi perguruan tinggi, hingga praktisi pengelolaan sampah seperti Rekosistem,” pungkasnya.










