Menu

Mode Gelap
Resmi Bercerai, Wardatina Mawa Bagikan Kembali Kenangan Pernikahan dengan Insanul Fahmi: Semoga Bahagia dengan Pasangan Barumu ‘Air mata tak hapus nyawa korban’, ini alasan hakim PN Indramayu vonis mati Ririn Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi? Bobotoh Harus Berlapang Dada: Bintang Legendaris Persib Dipastikan Pergi Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini 10 Foto Keluarga Marcella Zalianty di Lotte World, Korsel!

Wisata

5 Fakta Menarik Trelleborg, Benteng Cincin Viking di Denmark

badge-check

5 Fakta Menarik Trelleborg, Benteng Cincin Viking di Denmark Perbesar

Sejarah dan Fakta Menarik tentang Trelleborg, Benteng Cincin Viking di Denmark

Zaman Viking (800–1050 M) dikenal dengan kisah bajak laut tangguh yang hobi berlayar, berdagang, dan menjajah Eropa. Namun, ternyata bangsa Viking juga memiliki keahlian dalam bidang arsitektur militer. Salah satu bukti nyata dari kehebatan mereka adalah Trelleborg atau Benteng Cincin Viking di Denmark. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang struktur unik ini.

Dibangun oleh Raja Harald Bluetooth



Trelleborg dibangun sekitar tahun 970–980 Masehi. Kompleks militer ini didirikan pada masa pemerintahan Raja Harald ‘Bluetooth’ Gormsson. Bangunan ini menjadi contoh nyata betapa hebatnya penguasaan teknologi arsitektur militer mereka kala itu.

Raja Harald Bluetooth sendiri adalah sosok penting yang berhasil menyatukan Denmark sekaligus memperkenalkan agama Kristen kepada suku-suku Viking. Beliau sengaja membangun benteng-benteng ini sebagai markas militer untuk memperkuat posisi kekuasaannya. Selain itu, fungsi utamanya adalah untuk menjaga dan mempertahankan wilayah mereka dari ancaman luar, terutama Kekaisaran Romawi Suci Jerman.

Bentuk Lingkarannya Sangat Simetris dan Sempurna



Ciri khas yang paling menonjol dari benteng peninggalan Viking ini adalah bentuk lingkarannya yang sangat simetris. Struktur bangunannya benar-benar bundar sempurna dan digarap dengan tingkat presisi yang sangat luar biasa. Kemegahan arsitektur purba ini menjadi bukti kalau perencanaannya tidak dilakukan secara sembarangan.

Benteng ini sengaja dibuat memiliki empat gerbang utama yang posisinya menghadap pas ke setiap arah mata angin. Bagian dalamnya juga dibelah oleh jalan silang sehingga membentuk empat area yang ukurannya sama besar. Di setiap area tersebut, berjejer rapi rumah-rumah panjang berbentuk kotak yang modelnya seragam.

Ada Lima Benteng Cincin Utama Peninggalan Viking di Denmark



Hingga saat ini ada lima benteng cincin utama peninggalan era Viking yang berhasil ditemukan di wilayah Denmark. Di wilayah Jutlandia Utara, berdiri dua benteng bernama Aggersborg yang ukurannya paling besar dan Fyrkat yang punya area pemakaman kuno unik. Kompleks raksasa Aggersborg sendiri berdiameter 240 meter dan dahulu menampung total hingga 48 rumah di dalamnya.

Selanjutnya, ada benteng bernama Nonnebakken yang lokasinya unik karena sekarang tersembunyi di bawah kota modern Odense. Nama Nonnebakken yang berarti “Bukit Biarawati” ini diambil dari biara abad ke-12 yang pernah berdiri di atas gundukan tanah tersebut. Meskipun tertimbun kota modern, situs ini tetap diakui sebagai salah satu monumen kuno terbesar dan paling penting.

Terakhir, ada benteng Borgring di Zealand Timur yang letaknya sangat strategis untuk memantau lalu lintas wilayah pesisir. Masih di pulau yang sama, terdapat benteng Trelleborg di Zealand Barat yang lokasinya dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah. Di situs Trelleborg ini, para pengunjung bahkan bisa jalan-jalan ke desa tiruan bernama Slagløse untuk melihat langsung gaya hidup bangsa Viking.

Usianya Sangat Pendek



Meskipun hanya digunakan dalam waktu singkat, jaringan benteng Viking ini menjadi bukti nyata kekuatan besar Dinasti Jelling di Denmark. Melalui proyek raksasa ini, Raja Harald Bluetooth sukses menyatukan wilayah yang sangat luas, mulai dari Jerman utara, Denmark, Swedia selatan, hingga Norwegia. Berdirinya benteng-benteng megah tersebut menunjukkan betapa solidnya konsolidasi kerajaan Denmark pada masa itu.

Keberadaan benteng ini juga membuktikan adanya otoritas kerajaan yang kuat dan sangat ditakuti. Lewat operasi militer yang cerdik dan kerja sama aliansi, sang raja mampu mengumpulkan sumber daya yang melimpah untuk membangun semuanya. Alhasil, kerajaan bisa memegang kendali penuh atas hak kedaulatan wilayah perairan, jalur lalu lintas darat, hingga roda perdagangan.

Menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO



Nama benteng khusus dengan model lingkaran ini diambil dari situs pertama yang ditemukan, yaitu Trelleborg dekat Slagelse yang digali pada tahun 1936-1941. Secara bahasa, kata trelleborg sering diartikan sebagai “benteng yang dibangun oleh budak” karena diambil dari istilah Norse Kuno, yaitu thrall. Namun, ada juga teori yang menyebut namanya berasal dari kata trel yang merujuk pada tongkat kayu penyusun dinding pelindungnya.

Terlepas dari asal-usul namanya, bangunan kuno ini memiliki nilai sejarah yang sangat luar biasa bagi dunia. Pada tahun 2023, kelima benteng cincin di Denmark ini resmi masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Penghargaan internasional tersebut diberikan karena arsitekturnya yang sangat unik sekaligus menjadi bukti nyata kehebatan militer Dinasti Jelling.

Trelleborg adalah bukti nyata kalau bangsa Viking gak cuma jago berperang di lautan, tapi juga perencana militer yang sangat hebat. Jadi, dari kelima benteng megah tadi, situs mana nih yang paling membuatmu penasaran untuk dikunjungi langsung?

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

10 Foto Keluarga Marcella Zalianty di Lotte World, Korsel!

9 Juli 2026 - 00:01 WIB

Atlantis, Di Manakah Ia Sebenarnya? Apakah Nyata Atau Hanya Mitos?

1 Juli 2026 - 12:17 WIB

Kilang Plaju Perkuat Pengembangan Ruang Hijau Kota Palembang Berkelanjutan

12 Juni 2026 - 01:50 WIB

Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Ini yang Harus Diperhatikan Wisatawan

12 Mei 2026 - 02:41 WIB

Trending di Wisata