Menu

Otomatis
Breaking News

Politik

Megawati Meresmikan Monumen Kudatuli, Kebenaran Pasti Menang

badge-check

Megawati Meresmikan Monumen Kudatuli, Kebenaran Pasti Menang Perbesar



Pada hari Senin (27/7), Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara resmi meresmikan Monumen Kudatuli di halaman Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan atas peristiwa 27 Juli 1996 yang menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan demokrasi di Indonesia.

Monumen Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli 1996 terjadi di Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Berdasarkan catatan Komnas HAM, peristiwa tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, 149 orang mengalami luka-luka, serta 23 orang dinyatakan hilang. Peristiwa ini menjadi bagian dari perjalanan panjang perjuangan rakyat Indonesia untuk menegakkan keadilan dan demokrasi.

Megawati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga semangat perjuangan demi bangsa Indonesia. Ia juga meminta generasi muda untuk tidak melupakan jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan negara ini.

“Api perjuangan itu saya selalu yakin tidak akan pernah padam selama rasa cinta kepada tanah air terus bergema di dalam dada sanubari kita,” kata Megawati saat meresmikan monumen tersebut.

Menurutnya, monumen ini lahir dari proses perenungan yang panjang. Ia menjelaskan bahwa monumen bukan hanya sekadar karya fisik, tetapi juga simbol harapan terhadap cita-cita Indonesia yang mandiri, sejahtera, aman, dan sentosa.

“Kontemplasi itu berpikir, merenung, berdoa. Lalu kita… saya selalu berdoa, mengatakan kepada Allah SWT, kapan akan berhenti keadaan Republik Indonesia yang dicita-citakan oleh bapak saya menjadi sebuah negara yang mandiri, yang kaya raya, rakyatnya hidupnya sejahtera, aman, dan sentosa,” ujarnya.

Presiden ke-5 RI ini menjelaskan bahwa monumen tersebut menggambarkan konsep “kesabaran revolusioner”, yakni perpaduan antara keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai rintangan.

“Dalam kontemplasi saya, saya melihat kehidupan saya sendiri yang saya serangkum menjadi sebuah kata-kata, bahwa kita kalau yakin dalam kehidupan dan setelah itu tahu untuk apa kita punya keyakinan, maka harus punya keteguhan dan keberanian. Setelah itu, di dalam menjalankannya, kita tidak pernah boleh putus asa. Oleh sebab itu, kita harus punya kesabaran revolusioner,” paparnya.

Ia menekankan bahwa kesabaran revolusioner bukan berarti menyerah ketika menghadapi hambatan, melainkan mencari jalan lain tanpa kehilangan tujuan perjuangan.

“Apa arti kesabaran revolusioner? Adalah kalau kita terbentur oleh penghalang, maka kita jangan berdiam diri. Kita pergilah perlahan-lahan untuk menghindarinya. Kesemuanya itu sebenarnya harus diajarkan kepada para rakyat kita di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner pada akhirnya bermuara pada satu prinsip, yakni kemenangan kebenaran. Ia juga mengutip ajaran Siddhartha Gautama sebagai penguat pesan tersebut.

“Ini saya dapat di dalam perjalanan yang namanya seorang Siddhartha Gautama yang terkenal. Bahwa apa pun juga, biar ditindas, biar mau dihilangkan melalui orang-orang atau melalui juga politik dan lain sebagainya, tetap saya yakin kebenaran pada akhirnya akan menang. Siddhartha Gautama menyebutnya adil adalah Satyam Eva Jayate,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PM Baru Inggris Andy Burnham Siap Berbeda dengan Trump untuk Kepentingan Nasional

27 Jul 2026 - 15:56 WIB

PM Baru Inggris Andy Burnham Siap Berbeda dengan Trump untuk Kepentingan Nasional

Kabinet Bayangan Umumkan Diri sebagai Lawan Prabowo

27 Jul 2026 - 14:44 WIB

Kabinet Bayangan Umumkan Diri sebagai Lawan Prabowo

Satpam Korban Intimidasi Polisi di Bundaran HI Pindah ke Gedung Sate, Dedi Mulyadi Buka Suara

27 Jul 2026 - 11:53 WIB

Satpam Korban Intimidasi Polisi di Bundaran HI Pindah ke Gedung Sate, Dedi Mulyadi Buka Suara

BGN Larang Dapur MBG Gunakan Minyakita, LPG 3 kg, dan Beras SPHP

27 Jul 2026 - 08:42 WIB

BGN Larang Dapur MBG Gunakan Minyakita, LPG 3 kg, dan Beras SPHP

Ono Surono: Usulan Ganti Nama Tatar Sunda Bukan dari DPRD atau KDM

8 Jul 2026 - 22:24 WIB

Ono Surono: Usulan Ganti Nama Tatar Sunda Bukan dari DPRD atau KDM
Trending di Politik