JAKARTA – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini tengah menghadapi situasi yang cukup mengejutkan. Dua tokoh penting, Paolo Maldini dan Leonardo, secara resmi mengundurkan diri dari posisi masing-masing sebagai direktur teknis dan penasihat FIGC. Keputusan ini diambil setelah Andrea Pirlo gagal menjadi pelatih timnas Italia.
Pengunduran diri Maldini dan Leonardo terjadi hanya 10 hari setelah keduanya bergabung dengan FIGC dalam upaya memperbaiki performa timnas Italia yang selama tiga kali berturut-turut gagal lolos ke Piala Dunia. Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, kedua mantan bintang AC Milan tersebut memilih mundur setelah Presiden FIGC Giovanni Malago menolak pencalonan Pirlo sebagai pelatih.
Alasan penolakan Malago disebut berkaitan dengan hubungan komersial Pirlo dengan sejumlah merek Rusia. Khususnya, perusahaan taruhan Fonbet yang menjadi duta global bagi Pirlo. Hal ini memicu kritik dari beberapa pejabat FIGC dan anggota parlemen Italia.
Romano menyebut bahwa Maldini dan Leonardo hanya ingin melihat Pirlo menjabat sebagai pelatih Gli Azzurri. Setelah usulan tersebut ditolak, mereka langsung mengundurkan diri dari posisi masing-masing. Akibatnya, Pirlo dipastikan tidak lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia meski sempat masuk daftar calon pengganti Gennaro Gattuso.
Nama Pirlo mencuat setelah Pep Guardiola menolak tawaran untuk menangani juara Piala Eropa 2020 itu. Namun, peluangnya melatih negaranya akhirnya tertutup karena kontroversi kerja sama komersialnya dengan Fonbet. Statusnya sebagai duta global perusahaan tersebut memicu pro dan kontra di kalangan publik dan pihak FIGC.
Melalui unggahan di Instagram pada Senin (27/7), Pirlo mengungkapkan bahwa dirinya telah diberitahu bahwa ia tak lagi menjadi kandidat pelatih Italia. Ia menegaskan bahwa semua aktivitas profesionalnya selalu dilakukan sesuai hukum dan kontrak yang berlaku. Pirlo juga membantah adanya muatan politik dalam kerja samanya dengan Fonbet.
Kontroversi Pirlo semakin menjadi sorotan setelah ia menghadiri acara Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, bersama mantan rekan setimnya di timnas Italia, Marco Materazzi. Peristiwa ini mendapat perhatian dari Duta Besar Rusia untuk Italia, Alexey Paramonov, yang secara terbuka mendukung Pirlo.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Maldini dan Leonardo
-
Kepedulian terhadap reputasi FIGC
Maldini dan Leonardo merasa bahwa penunjukan Pirlo sebagai pelatih akan merusak citra FIGC. Mereka lebih memilih menjaga integritas organisasi daripada memaksakan keinginan pribadi. -
Ketidakpuasan terhadap keputusan Malago
Keduanya menilai bahwa penolakan terhadap Pirlo adalah langkah yang tidak tepat. Mereka percaya bahwa Pirlo memiliki potensi besar untuk memimpin timnas Italia. -
Tekanan dari pihak internal FIGC
Beberapa pejabat FIGC dan anggota parlemen Italia menentang kerja sama komersial Pirlo dengan Fonbet. Hal ini memicu ketegangan di dalam organisasi.
Tindakan yang Diambil oleh Pirlo
-
Penyangkalan atas dugaan keterlibatan politik
Pirlo menegaskan bahwa semua aktivitasnya dilakukan sesuai hukum dan kontrak yang berlaku. Ia membantah adanya muatan politik dalam kerja samanya dengan Fonbet. -
Pengungkapan melalui media sosial
Melalui unggahan di Instagram, Pirlo memberi tahu publik bahwa dirinya tidak lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia. Ini menunjukkan bahwa ia ingin menjaga transparansi dalam situasi ini. -
Dukungan dari pihak luar
Duta Besar Rusia untuk Italia, Alexey Paramonov, memberikan dukungan terbuka kepada Pirlo. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi masalah dalam sepak bola, tetapi juga memiliki dimensi internasional.










