JAKARTA – Nama selebgram Nabila Gardena Putri kembali menjadi perbincangan di media sosial, terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi tata niaga PT Timah Tbk. Namun, kuasa hukum Nabila, Abdillah, S.H., menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
Menurut Abdillah, sang mertua, Alwin Albar, telah dinyatakan oleh Mahkamah Agung tidak menikmati uang hasil korupsi. Keterkaitan Nabila dalam narasi korupsi ini murni berasal dari hubungan keluarga. Alwin Albar pernah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk dari April 2017 hingga Februari 2020.
“Jadi bukan karena adanya fakta hukum,” kata Abdillah dalam keterangan resmi yang diterima redaksi hari ini.
Abdillah menekankan bahwa kliennya tidak terbukti menerima maupun menikmati uang dari perkara korupsi PT Timah. Putusan Mahkamah Agung juga secara tegas memerintahkan agar seluruh harta kliennya dikembalikan.
Mahkamah Agung menilai bahwa Alwin Albar tidak memperoleh harta benda dari tindak pidana tersebut. Hal ini juga menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Nabila Gardena Putri dalam perkara ini.
Penjelasan ini merujuk pada putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang tercantum dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 11179K/Pid.Sus/2025 Jo. Putusan Banding Pengadilan Tinggi DKI Nomor: 27/Pid/Sus-TPK/2025/PT DKI Jo. Putusan PN Jakarta Pusat Nomor: 102/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Jkt.
Dalam pertimbangan putusan itu disebutkan bahwa tidak terdapat bukti adanya aliran uang kepada terdakwa dan tidak terungkap fakta bahwa terdakwa memperoleh keuntungan. Fakta hukum dalam putusan ini sekaligus mematahkan spekulasi liar netizen. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada aliran dana maupun keterlibatan hukum dari Nabila Gardena Putri dalam perkara tata niaga timah tersebut.
Nabila sendiri dikenal sebagai lulusan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pendiri brand fashion Glla Official. Selama ini, sosoknya lebih banyak dikenal melalui konten seputar bisnis, gaya hidup, produktivitas, dan pengembangan diri.
Karier yang ia bangun pun lahir dari dunia kreatif dan kewirausahaan, bukan dari sektor pertambangan atau pengelolaan komoditas timah. Banyak anak muda mengenalnya bukan karena kontroversi, melainkan karena konsistensinya dalam mengembangkan usaha dan personal branding.










