Menu

Mode Gelap
Ruang Riung Jadi Magnet Baru Wisata Kota Bogor, Angkat Seni Budaya Nusantara di Jantung Kota Pasar Mesin Perkakas RI Siap Tembus 4 Miliar Dolar, Peluang Emas bagi Manufaktur Nasional 43 Juta Siswa Terima MBG, Mendikdasmen Minta Lanjutkan Karena Hasil Positif 135 Ribu Keluarga Hilang Saat Piala Dunia, Warga Meksiko Turun ke Jalan Trump Janjikan Berakhirnya Perang AS-Israel vs Iran, Kesepakatan Damai Tanda Tangan Akhir Pekan Ini 6 Influencer Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Penipuan Dana Jemaah Hanania Travel

Ekonomi

Kembangkan Pertambangan Bersih, Indonesia Kuatkan Kemitraan Batu Bara dengan Tiongkok

badge-check


					Kembangkan Pertambangan Bersih, Indonesia Kuatkan Kemitraan Batu Bara dengan Tiongkok Perbesar

Kerja Sama Indonesia dan Tiongkok dalam Pengembangan Energi Bersih

Indonesia semakin memperkuat kerja sama dengan Tiongkok dalam bidang batu bara. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertambangan yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus memenuhi kebutuhan energi baru yang semakin meningkat. Pameran Indonesia Coal and Energy Expo 2026 (ICEE 2026) resmi dibuka di Jakarta International Expo, dengan tema utama "Cooperation for New Development in Energy".

Pameran ini menitikberatkan pada pemanfaatan batu bara bersih, pembangunan tambang hijau, peningkatan pertambangan cerdas, serta integrasi energi baru. Selain itu, ICEE 2026 juga menjadi mekanisme kerja sama strategis untuk mendorong komunikasi kebijakan, pertukaran teknologi, penjajakan kerja sama industri, serta realisasi proyek-proyek penting.

Lembaga pemerintah, asosiasi industri, perusahaan terkemuka, penyedia teknologi, lembaga investasi, serta pembeli utama berkumpul dalam acara ini untuk eksplorasi pengembangan industri batu bara dan energi yang berkualitas tinggi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Tri Winarno, menyatakan bahwa penyelenggaraan forum energi berstandar tinggi dengan karakter internasional sangat penting guna mendukung penguatan kerja sama energi Indonesia dan Tiongkok di tengah perubahan industri global.

Upacara pembukaan ICEE 2026 dihadiri oleh perwakilan pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri energi dari Indonesia dan Tiongkok. Tahun ini, penyelenggara meningkatkan sisi skala, sumber daya, konten, dan layanan. Lebih dari 150 perusahaan berpartisipasi, mencakup seluruh rantai industri, mulai dari eksplorasi batu bara, penambangan, pencucian dan pengolahan, transportasi logistik, pengelolaan lingkungan, energi baru, hingga operasional dan pemeliharaan cerdas

.

Sejumlah perusahaan besar seperti Fortune Global 500, China Top 500, serta perusahaan terkemuka industri, termasuk China Coal, China Coal Technology & Engineering Group, Sinopec, Huawei, XCMG Group, Xukuang Group, Shandong Energy, CRRC Datong, LiuGong Machinery, Shaanxi Automobile Group, Taiyuan Heavy Industry, CCCC Tianhe, Longking Environmental Protection, dan Cidi Intelligent Driving, turut hadir dalam pameran ini.

Untuk memperkuat penyampaian wawasan industri, pada 12 Mei pameran ini juga akan menyelenggarakan Indonesia International Clean Coal Utilization and Green Mining Conference 2026. Konferensi ini akan berfokus pada pembangunan tambang hijau, transformasi cerdas, substitusi energi baru, serta jalur pengurangan emisi karbon.

Perwakilan dari Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia, Huawei, REPT Battero, LiuGong, Xuzhou Mining Group, XCMG Group, Yunding Technology, dan Xapiens akan memberikan pemaparan tematik. Dalam kesempatan tersebut, Huawei juga akan meluncurkan solusi digital dan cerdas untuk industri pertambangan Indonesia, guna menghadirkan jalur teknologi dan gagasan kerja sama yang dapat diterapkan dalam mendukung transformasi hijau dan rendah karbon di sektor pertambangan Indonesia.

Penyelenggara menargetkan setidaknya 15 ribu kunjungan profesional. Melalui integrasi jaringan anggota dari dua asosiasi besar di Indonesia, audiens profesional yang diundang secara khusus mencakup sekitar 70 persen dari total produksi batu bara lokal. Lebih dari 600 pembeli, termasuk perusahaan produsen batu bara utama Indonesia, juga hadir dalam acara ini.

Selain itu, tersedia Indonesia International Clean Coal Utilization and Green Mining Conference 2026, sesi khusus perdagangan batu bara, pertemuan B2B yang terarah, pameran teknologi dan produk mutakhir, serta area khusus proyek kerja sama Indonesia-Tiongkok.

Indonesia dianggap memiliki peran besar dalam pasar energi penting di Asia Tenggara, sementara Tiongkok memiliki pengalaman matang dan kemampuan industri yang kuat dalam pemanfaatan batu bara bersih, peralatan pertambangan, manajemen digital, dan transformasi hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasar Mesin Perkakas RI Siap Tembus 4 Miliar Dolar, Peluang Emas bagi Manufaktur Nasional

12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Onitsuka Meledak, Asics Pisahkan Onitsuka Tiger Jadi Perusahaan Terpisah

12 Juni 2026 - 11:03 WIB

Gelar RUPST, Delta Giri (DGWG) Setujui Pembagian Dividen Tunai Rp88,23 Miliar

12 Juni 2026 - 01:50 WIB

Berita Terkini: Perkiraan Harga Pertamax; Tekanan dari Industri Otomotif Jepang

12 Juni 2026 - 01:00 WIB

IHSG Diprediksi Naik, ADRO, ASII, ISAT Jadi Favorit Analis

12 Juni 2026 - 00:37 WIB

Trending di Ekonomi