Job Fair 2026: Mendorong Kepemimpinan Ekonomi Lokal
Job Fair yang digelar dalam rangkaian Semarak Sulteng Nambaso 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dari para pencari kerja di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng, dengan tujuan mempertemukan tenaga kerja lokal dengan dunia usaha secara cepat, transparan, dan terintegrasi.
Partisipasi Perusahaan dan Lowongan Pekerjaan
Sebanyak 23 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, 6 perusahaan hadir langsung (offline), sedangkan 17 perusahaan berpartisipasi secara daring (online). Total lowongan pekerjaan yang tersedia mencapai 104 posisi, yang menjadi daya tarik bagi ratusan pencari kerja.
Data yang dirilis oleh Disnakertrans menunjukkan bahwa sebanyak 375 pencari kerja mendaftar secara langsung pada kegiatan ini. Selain itu, aplikasi SIPEKERJA mencatat sebanyak 1.822 lamaran masuk, yang menunjukkan tingginya minat dari para pencari kerja.
Layanan Terpadu untuk Pencari Kerja
Selain membuka lowongan pekerjaan, Job Fair ini juga menyediakan layanan terpadu seperti informasi kerja, konsultasi karier, hingga pendaftaran digital melalui aplikasi SIPEKERJA. Layanan ini diharapkan mempermudah akses bagi tenaga kerja dalam proses pencarian pekerjaan.
Gubernur Sulawesi Tengah menekankan bahwa Job Fair ini memberikan prioritas bagi tenaga kerja lokal yang memiliki KTP Sulteng. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan masyarakat daerah mendapatkan kesempatan lebih besar dalam mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri dan usaha.
“Job fair ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah menuju Sulawesi Tengah yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya, seraya memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berpartisipasi.
Peran Aplikasi SIPEKERJA dalam Rekrutmen
Kepala Disnakertrans Sulteng, Dony Budjang, mendorong perusahaan untuk memanfaatkan aplikasi SIPEKERJA secara optimal dalam proses rekrutmen. Ia juga mengingatkan agar penyaringan tenaga kerja tidak berlarut-larut. Ia berharap hasil rekrutmen dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat menekan angka pengangguran terbuka sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan industri di Sulawesi Tengah.
Strategi Jangka Panjang untuk Pengembangan Ekonomi Daerah
Job Fair ini bukan hanya sekadar acara pencarian kerja, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk pengembangan ekonomi daerah. Dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan adil.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja yang tersedia di wilayah Sulawesi Tengah. Melalui pendekatan yang terarah dan terpadu, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Job Fair 2026 menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif lokal dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi daerah.











