TEBINGTINGGI – Dalam rangka memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Hari Besar Keagamaan, Polres Tebingtinggi melaksanakan pengamanan terhadap peringatan Hari Kelahiran Guru Kedua (Guru Angad Dev Ji Da Parkash Dihara) umat Sikh. Perayaan ini berlangsung pada hari Minggu (19/4), yang merupakan bagian dari rangkaian acara yang telah diadakan selama tiga hari sejak Jumat (17/4).
Perayaan tersebut diadakan di Gurdwara Shree Guru Granth Sahib, sebuah rumah ibadah Sikh yang terletak di Jalan Imam Bonjol No 64, Kelurahan Satria, Kota Tebingtinggi. Acara ini dihadiri oleh ratusan umat Sikh yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Medan, Kisaran, Indrapura, Pematangsiantar, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan dalam perayaan ini meliputi doa bersama dan pembacaan kitab suci, yang menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan umat Sikh. Selain itu, acara juga dirancang untuk memperkuat ikatan antar sesama umat beragama serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi dalam masyarakat.
Untuk memastikan keamanan selama acara berlangsung, Polres Tebingtinggi menurunkan personel polisi guna melakukan pengamanan dan patroli mobile di sekitar lokasi. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menjaga kebebasan beribadah serta mencegah potensi gangguan keamanan.
Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya bertujuan untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap keberagaman agama yang ada di wilayah hukum Polres Tebingtinggi. Dengan adanya pengawasan yang intensif, diharapkan semua rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar tanpa mengalami gangguan apa pun.
Selain itu, Polres Tebingtinggi juga menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni antar umat beragama. Hal ini mencerminkan upaya pihak kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kota Tebingtinggi.
Beberapa hal yang dilakukan oleh Polres Tebingtinggi dalam kegiatan ini antara lain:
* Penempatan personel di lokasi acara untuk memastikan keamanan.
* Patroli mobile di sekitar area tempat ibadah.
* Koordinasi dengan pemuka agama dan masyarakat setempat.
* Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan perayaan Hari Besar Keagamaan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat di Kota Tebingtinggi.











