JAKARTA – Selebritas Meisya Siregar kembali membagikan kabar yang tidak mengenakkan terkait kondisi kesehatan putranya, Bambang. Dalam unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, ia menceritakan pengalaman keluarganya dengan penyakit ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura) yang dialami oleh putra bungsunya.
Meisya Siregar, yang merupakan istri dari Bebi Romeo, menjelaskan bahwa Bambang selama ini tumbuh sebagai anak yang aktif dan sehat. Namun, kini ia harus menghadapi penyakit serius yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya.
“Anak yang sangat aktif. Dari kecil Bambang tumbuh jadi anak yang senang manjat pohon, loncat, atraksi bahaya, vaksin lengkap, makan enggak milih-milih, senang buah dan sayur. Paling parah cuma alergi batpil, ISPA, yang come and go,” ujar Meisya Siregar melalui akun Instagramnya.
Ia kemudian memberikan penjelasan singkat tentang penyakit ITP. Penyakit ini juga dikenal sebagai Immune Thrombocytopenia, yaitu kelainan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit sendiri. Hal ini menyebabkan jumlah trombosit rendah sehingga tubuh mudah memar atau berdarah.
“Penyebab awalnya dianggap tidak diketahui (idiopathic), tetapi kini dipahami sebagai reaksi sistem imun yang keliru dalam mengenali sel tubuh yang baik sebagai musuh,” tambahnya.
Meisya Siregar juga menceritakan bagaimana Bambang akhirnya didiagnosis mengidap ITP. Awalnya, Bambang mengalami gejala batuk dan pilek yang tidak kunjung sembuh, bahkan mulai muncul lendir dari matanya. Setelah melakukan pemeriksaan thorax dan rontgen, Bambang dinyatakan mengidap Sinus Kronis, sebuah kondisi genetis dari ayahnya.
Setelah menjalani pengobatan selama lima hari dengan antibiotik, anti-radang, pengencer dahak, hingga cuci hidung, tiga hari setelah pengobatan selesai, gejala aneh mulai muncul. Bambang yang sedang bermain bola ditemukan memiliki memar di lututnya, lalu pada hari kedua muncul memar di seluruh tubuh.
“Bambang main bola dan ditemukan lah memar di lutut dan hari kedua muncul di seluruh badan lebih banyak lagi memarnya. Tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, tanpa sakit,” ucap Meisya Siregar.
Meski terpukul, Meisya Siregar tetap mencoba untuk tegar dan mengambil hikmah dari kejadian ini. Ia menganggap kejadian tersebut sebagai pengingat dari Tuhan.
“Lesson Learned, Allah pengin kami lebih baik lagi menjaga titipan-Nya, lebih banyak mendekat lagi sama Allah,” tutur Meisya Siregar.
Ia juga meminta doa dari para pengikutnya agar Bambang bisa segera pulih. “Doain, semoga ini hanya akut yang enggak dibawa Bambang seumur hidupnya. Masih ada pengobatan lanjutan, sampai nilai trombosit Bambang stabil terus,” tambahnya.







