Kirana Larasati: Dari Tato ke Penyelam
Kirana Larasati, aktris ternama yang pernah menjadi langganan film televisi dan sinetron, kini memiliki cerita hidup yang menarik. Salah satu hal yang membuatnya dikenal adalah tato-tato di tubuhnya. Awalnya, ia memiliki delapan tato yang menghiasi tubuhnya selama belasan tahun berkarier di dunia hiburan. Namun, kini hanya tersisa satu tato saja.
Alasan menghilangkan tato-tato tersebut bermula dari perubahan pikiran dan pandangan hidup Kirana. Ia menyadari bahwa tato bukan lagi bagian dari identitas dirinya. Proses penghapusan tato dilakukan secara bertahap dengan metode laser. Meski proses ini sangat menyakitkan, Kirana tetap memutuskan untuk melakukannya.
Proses Penghapusan Tato yang Mahal dan Menyakitkan
Menurut Kirana, biaya penghapusan tato jauh lebih mahal daripada biaya pembuatannya. Biaya sedasi bisa mencapai antara Rp2,5 juta hingga Rp8 juta dalam satu kali tindakan. Untuk satu sesi laser, ia harus menyiapkan dana setidaknya Rp25 juta. Hingga saat ini, Kirana telah menjalani lima sesi laser di Jakarta dan tiga sesi lainnya di Korea Selatan.
Proses penghapusan tato juga membutuhkan waktu pemulihan sekitar 10-15 hari. Beberapa kali, ia harus menjalani prosedur dalam keadaan sadar dan menjerit menangis. Meskipun begitu, ia tetap berkomitmen untuk menghapus seluruh tato di tubuhnya.
Nasihat Orang Tua dan Perubahan Pandangan
Kirana mengungkapkan alasan awalnya membuat tato. Saat itu, ia menganggap tato sebagai simbol perjalanan hidup yang penuh pengalaman. Namun, seiring bertambahnya usia, pandangannya berubah. Ia teringat nasihat orangtuanya yang pernah memperingatkan akan menyesali keputusan membuat tato suatu saat nanti.
Sekarang, meskipun proses masih berlangsung, arah hidup Kirana sudah berbeda. Ia lebih fokus pada hal-hal yang lebih bermanfaat dan positif.
Tekuni Profesi Sebagai Penyelam
Selain menghapus tato, Kirana juga tengah menekuni hobi baru yang kemudian menjadi bagian penting dalam hidupnya, yakni olahraga menyelam atau diving. Ketertarikannya pada dunia penyelam mulai muncul pada 2018, ketika ia sedang mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon legislatif.
Peristiwa penyelamatan 13 anak di gua Thailand pada 2018 sangat menginspirasinya. Dari situ, ia memutuskan untuk mempelajari dunia penyelaman secara serius, bahkan hingga level penyelam gua.
Dari Hobi ke Profesi
Tidak butuh waktu lama bagi Kirana untuk mewujudkan niatnya. Sekitar sepekan setelah operasi penyelamatan di Thailand itu selesai, ia langsung mengambil lisensi menyelam. Di masa pandemi, ia memperdalam kemampuan di dunia bawah laut. Ia hampir setiap bulan menghabiskan waktunya di laut untuk berlatih dan menyelam di berbagai perairan Indonesia.
Keseriusannya berbuah hasil. Dalam waktu relatif singkat, Kirana berhasil meningkatkan kemampuan hingga menjadi instruktur selam. Proses menuju tahap tersebut tidak mudah. Ia harus mempelajari banyak teori sekaligus mengasah keterampilan teknis secara intensif.
Kini, Kirana menyandang status sebagai Pro-Diver sekaligus Technical Diver. Ia pun mulai lebih terbuka membagikan aktivitas menyelamnya di media sosial agar para penggemar memahami alasan dirinya jarang muncul di dunia hiburan.
Tidak hanya menjadi hobi, aktivitas menyelam tersebut juga membuka peluang baru dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun menekuni dunia diving, Kirana kini merintis bisnis yang berkaitan dengan kegiatan penyelaman.











