Seorang balita berusia dua tahun di Chongqing, China, meninggal dunia setelah jatuh dari jendela apartemen di lantai 18. Saat kejadian, ia dilaporkan ditinggal sendirian di rumah selama sekitar 12 menit oleh ayahnya yang sedang mengajak anjing peliharaan berjalan-jalan.
– Dikutip dari Mothership.sg pada Senin 21 September 2026, Seorang balita berusia dua tahun di Chongqing, China, meninggal dunia setelah jatuh dari jendela apartemen di lantai 18. Saat kejadian, ia dilaporkan ditinggal sendirian di rumah selama sekitar 12 menit oleh ayahnya yang sedang mengajak anjing peliharaan berjalan-jalan.
Insiden tersebut terjadi pada 13 September 2026.
Ditinggal sendirian menonton kartun
Menurut media China The Paper, ibu balita tersebut, Liu, sedang menghadiri acara kerja di sebuah hotel dan meninggalkan suami serta anaknya di rumah.
Sekitar pukul 15.26, sang ayah yang bermarga Cui menempatkan putranya di sofa ruang tamu untuk menonton kartun di televisi. Setelah itu, ia keluar rumah untuk mengajak anjing peliharaan mereka berjalan-jalan.
Sekitar 12 menit kemudian, Cui kembali dan menyadari putranya sudah tidak berada di dalam apartemen.
Saat mencari anaknya, ia mendengar orang-orang di luar berteriak bahwa seorang anak baru saja jatuh dari gedung. Cui kemudian melihat putranya tergeletak di tanah di bawah apartemen.
Diduga memanjat keluar jendela
Cui mengatakan pagar balkon apartemen memiliki tinggi lebih dari satu meter. Sebelumnya, balkon tersebut juga memiliki layar pengaman, tetapi layar itu sudah dilepas.
Jendela balkon diketahui dalam keadaan terbuka saat kejadian.
Kamera pengawas di dalam apartemen juga tidak terhubung ke listrik sehingga rekaman tidak tersedia untuk membantu memastikan kejadian secara lengkap.
Berdasarkan pemeriksaan forensik, balita tersebut diduga menginjak tepi bak mandi di balkon sebelum memanjat keluar melalui jendela. Saat itu, ia disebut masih memegang selimut dengan salah satu tangannya.
Ketika jatuh, tubuhnya diduga sempat mengenai dahan pohon. Benturan tersebut menyebabkan pendarahan internal parah yang akhirnya membuatnya meninggal dunia. Tidak ditemukan luka luar lainnya.
Ayah mengaku bersedia bertanggung jawab
Cui kemudian dibawa polisi untuk diperiksa dan dibebaskan setelah penyelidikan memastikan tidak ada dugaan kekerasan terhadap anak.
Dalam persiapan pemakaman putranya, Cui mengatakan kejadian tersebut merupakan kecelakaan, tetapi ia tetap bersedia bertanggung jawab sepenuhnya.
Ia juga mengaku merasa sangat bersalah dan mengatakan ingin menyelesaikan urusan pemakaman terlebih dahulu sebelum mendampingi istrinya.
Namun, menurut The Paper, Liu menilai suaminya selama ini kurang terlibat dalam mengasuh anak mereka. Keduanya bahkan dilaporkan sempat bertengkar beberapa hari sebelum kejadian mengenai pekerjaan rumah tangga dan tanggung jawab mengasuh anak.
Liu mengatakan hal utama yang ia inginkan adalah agar suaminya mengakui kesalahannya. ( | Clairinne Athanafia )










