Menu

Mode Gelap
LAK DKI JAKARTA BUKA POSKO PENGADUAN KONSUMEN APARTEMEN LRT CITY Eks Wakapolri Merasa Dikriminalisasi, Kortas Tipidkor Polri Angkat Bicara Rambut Rontok? Ini 6 Vitamin untuk Akar Lebih Kuat dan Sehat Keluarga kaget tahu Miskah Shafa hamil anak kedua Mengapa Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite, Tapi Kawasaki, Honda, dan Yamaha Scorpio Boleh? Jokowi bertemu teman kuliah UGM sebelum persidangan kasus ijazah palsu

Politik

Ono Surono: Usulan Ganti Nama Tatar Sunda Bukan dari DPRD atau KDM

badge-check

Ono Surono: Usulan Ganti Nama Tatar Sunda Bukan dari DPRD atau KDM Perbesar

Proses Pengajuan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat

Menurut informasi yang diperoleh, usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat berasal dari Komunitas Pengkaji Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat. Komunitas ini telah mengirimkan surat kepada Ketua DPRD Jawa Barat sejak 6 Januari 2025. Menurut penjelasan Ono, DPRD hanya menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme audiensi dan pembahasan awal tanpa pernah mengusulkan perubahan nama provinsi.

“Rakyat Jawa Barat saya tegaskan, tidak ada usulan dari Gubernur Jawa Barat dan dari DPRD Jawa Barat. Semuanya itu usulan dari Komunitas Pengkaji Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat,” ujar Ono dalam keterangannya.

Surat dari komunitas tersebut ditujukan kepada Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna dan ditandatangani oleh Koordinator Adji Esa Putra, Sekretaris Dani Kurniawan, serta Prof. Asep Saeful Muhtadi sebagai penanggung jawab kajian. Setelah menerima surat tersebut, Ketua DPRD melakukan audiensi pada 22 Mei 2025. Hasil pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti melalui nota dinas kepada Komisi I DPRD Jawa Barat agar dilakukan pengkajian sesuai mekanisme yang berlaku.

Pada 14 Agustus 2025, Komisi I DPRD bersama perwakilan Biro Pemerintahan Daerah dan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menerima audiensi dari komunitas pengusul. Selanjutnya, rapat kerja Komisi I pada 2 Juli digelar sebagai tindak lanjut atas hasil audiensi dan nota dinas tersebut. Dalam rapat itu, mayoritas fraksi disebut sepakat untuk melanjutkan pembahasan dalam bentuk kajian, bukan menyetujui perubahan nama Jawa Barat.

“Jadi bukan langsung setuju terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat, tapi setuju untuk dilakukan kajian yang lebih mendalam, lebih komprehensif. Karena memang mekanismenya harus dibahas berdasarkan prosedur sesuai tata tertib di DPRD,” katanya.

Aspek yang Harus Dipertimbangkan dalam Kajian

Ono menjelaskan bahwa kajian tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari yuridis, historis, sosiologis, budaya hingga ekonomi. Ia juga menilai perubahan nama daerah berpotensi membutuhkan biaya besar sehingga harus dikaji secara matang.

Selain itu, ia menegaskan keputusan apa pun tidak bisa diambil tanpa persetujuan masyarakat Jawa Barat secara menyeluruh. Pasalnya, tidak semua daerah di Jawa Barat memiliki latar belakang budaya Sunda karena terdapat wilayah dengan kultur Betawi maupun Cirebon yang juga harus dihormati aspirasinya.

Sikap DPRD Jawa Barat terhadap Wacana Perubahan Nama

Ono memastikan DPRD Jawa Barat akan berhati-hati menyikapi wacana tersebut, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih serta adanya ancaman defisit anggaran di Jawa Barat.

“Saya pastikan DPRD Jawa Barat tidak akan mengambil langkah keputusan yang merugikan rakyat Jawa Barat,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga membantah kabar yang menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengubah nama daerah menjadi Tatar Sunda. Ia menegaskan informasi tersebut merupakan narasi yang berkembang di media sosial dan bukan kebijakan pemerintah.

“Ada yang melempar wacana, membuat cerita-cerita di media sosial akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja, tidak akan mengurus perubahan nama. Namanya tetap Jawa Barat,” kata Dedi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ray Rangkuti Sebut Tanda-tanda ‘Kudeta Merambat’ di Indonesia, Ini Penjelasannya

8 Juli 2026 - 20:36 WIB

Said Iqbal Batalkan Demo Buruh Usai Temui Purbaya

8 Juli 2026 - 15:19 WIB

Mabruri PKS Hargai Keputusan Narji Pindah ke PSI

8 Juli 2026 - 12:22 WIB

Menteri Zulhas Pahami Keresahan Mitra BGN, Siap Fasilitasi Mediasi Cari Solusi

26 Juni 2026 - 11:05 WIB

Pakai Baju PSI, Jokowi Blusukan ke Lampung

26 Juni 2026 - 11:03 WIB

Trending di Politik