Penjelasan Rismon Sianipar Terkait Label “Pengkhianat”
Rismon Sianipar, seorang ahli digital forensik, secara tegas menolak label “pengkhianat” yang diberikan kepadanya oleh kubu Roy Suryo. Ia menegaskan bahwa penelitiannya dilakukan secara independen tanpa campur tangan pihak lain. Hal ini didasarkan pada riset lanjutan yang ia lakukan dan menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.
Label pengkhianat ini muncul setelah Rismon memutuskan untuk berdamai dengan Jokowi setelah sebelumnya mengungkap informasi baru terkait keaslian ijazah presiden tersebut. Menurut Rismon, label tersebut tidak relevan karena ia selama ini bekerja sendiri tanpa perintah atau biaya dari pihak Roy Suryo cs.
Ia juga menyindir pihak-pihak yang lebih sibuk tampil di media daripada bekerja keras di balik layar mencari data sains. “Melabeli saya pengkhianat. Saya ultimatum ini, hentikan label-label itu ya. Saya bebas independen dari awal. Saya tidak kenal mereka sebelum 15 April 2025, dan penelitian itu independen,” ujar Rismon kepada awak media.
Perubahan Sikap Berdasarkan Temuan Sains
Bagi Rismon, perubahan sikapnya adalah bentuk kejujuran akademis. Setelah melakukan penelitian lanjutan, ia menyimpulkan bahwa ijazah tersebut asli. Ia pun menantang para pengkritiknya untuk beradu data sains, bukan sekadar melempar narasi politik atau label negatif.
“Kalau sekarang saya berubah berdasarkan temuan saya, siapa mereka? Saya harus minta izin, siapa mereka gitu loh? Mendanai saya juga enggak,” ujar Rismon. Ia menambahkan, jika pihak Roy Suryo merasa ahli di bidangnya, seharusnya mereka mampu membuktikan tudingan tanpa bergantung pada hasil kerja Rismon sebelumnya.
“Karena saya berbasis sains. Bantahlah secara sains. Itu aja gitu loh. Kalau Anda ahli, ya pertontonkan keahlian Anda, tanpa bergantung pada Rismon,” tambahnya.
Ancaman Lapor Balik Jika Terus Diintimidasi
Meski saat ini sedang mengajukan restorative justice (RJ) di Polda Metro Jaya, Rismon mewanti-wanti bahwa kesabarannya ada batasnya. Ia tak segan melaporkan balik pihak-pihak yang mencemarkan nama baiknya dengan sebutan pengkhianat.
“Makanya, hentikan itu sebelum saya berubah pikiran untuk melaporkan kalian. Jadi, bukan hanya ‘dia’, ya kalian,” terang Rismon. “Saya berjanji tidak mau melaporkan orang, berkomitmen tidak melaporkan orang. Tapi kalau itu diulang-ulang, saya ingatkan pihak-pihak yang mengatakan itu, saya bisa berubah pikiran,” jelasnya.
Proses Damai yang Sedang Dalam Tahap Pemrosesan
Hingga kini, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa proses damai yang diajukan Rismon masih dalam tahap pemrosesan. Rismon sendiri telah menunjukkan itikad baik dengan sowan ke kediaman Jokowi di Solo dan menemui Wapres Gibran Rakabuming Raka di Jakarta pada pertengahan Maret lalu.







