Menu

Mode Gelap
LAK DKI JAKARTA BUKA POSKO PENGADUAN KONSUMEN APARTEMEN LRT CITY Eks Wakapolri Merasa Dikriminalisasi, Kortas Tipidkor Polri Angkat Bicara Rambut Rontok? Ini 6 Vitamin untuk Akar Lebih Kuat dan Sehat Keluarga kaget tahu Miskah Shafa hamil anak kedua Mengapa Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite, Tapi Kawasaki, Honda, dan Yamaha Scorpio Boleh? Jokowi bertemu teman kuliah UGM sebelum persidangan kasus ijazah palsu

Ekonomi

RUPST PTBA Pilih Mantan TNI Jadi Direktur, Bagikan Dividen Rp 1,32 T

badge-check

RUPST PTBA Pilih Mantan TNI Jadi Direktur, Bagikan Dividen Rp 1,32 T Perbesar

Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris PTBA



Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) PTBA telah menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan. Salah satu keputusan utama dalam rapat tersebut adalah pengangkatan Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama PTBA, menggantikan Arsal Ismail. Bambang Ismawan sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama PTBA dan memiliki latar belakang militer yang kuat.

Bambang Ismawan adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat yang lulus dari Akademi Militer 1988. Ia berasal dari Korps Infanteri dan pernah menjabat beberapa posisi strategis di lingkungan TNI. Jabatan terakhir yang ia emban sebelum pensiun adalah Kepala Staf Umum TNI. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodiklat TNI.

Di sisi lain, posisi Komisaris Utama PTBA kini diisi oleh Ida Bagus Putu Dunia, seorang purnawirawan TNI Angkatan Udara. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) selama masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Susunan Manajemen Terbaru PTBA Setelah RUPST

Dewan Komisaris:
– Komisaris Utama/Independen: Ida Bagus Putu Dunia
– Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni
– Komisaris Independen: Suko Hartono
– Komisaris: Dalu Agung Darmawan
– Komisaris: Zaelani
– Komisaris: Ferial Martifauzi
– Komisaris: Lana Saria

Dewan Direksi:
– Direktur Utama: Bambang Ismawan
– Direktur Operasi dan Produksi: Ilham Yacob
– Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Una Lindasari
– Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Hennita Sitepu
– Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto
– Direktur Komersial dan Supply Chain: Mochammad Rifqi Hari Muji

Pembagian Dividen Tunai Sebesar Rp 1,32 Triliun

Selain perubahan susunan direksi dan komisaris, RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,32 triliun untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam RUPST yang diselenggarakan pada Kamis (11/6). Dividen tersebut setara dengan 45% dari laba bersih perseroan sebesar Rp 2,93 triliun. Sementara itu, sebesar Rp 1,61 triliun atau 55% dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.

Pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan guna menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menyatakan bahwa semua keputusan yang dihasilkan dalam RUPST mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan keberlanjutan pengembangan usaha.

“PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eko dalam keterangannya dikutip Jumat (12/6).

Kinerja Keuangan PTBA Tahun 2025

Sepanjang tahun 2025, PTBA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 42,65 triliun. Kinerja ini didukung oleh penjualan domestik yang memberikan kontribusi sebesar 54% terhadap total pendapatan, serta ekspor sebesar 46%.

Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA sepanjang tahun lalu adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 mencapai Rp 43,92 triliun, meningkat 5% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp 41,79 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan aset tidak lancar sebesar 12% atau sekitar Rp 3,12 triliun.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aturan Baru MSCI untuk Saham Melonjak Ekstrem

20 Juli 2026 - 07:39 WIB

Siap-siap, Ditjen Pajak Bisa Akses Data Keuangan Orang Kaya dan Tokoh Publik

20 Juli 2026 - 02:35 WIB

Resmi! MSCI Longgarkan Aturan, Peluang Saham RI Masuk Indeks Global Makin Besar

20 Juli 2026 - 02:04 WIB

13 Jurusan Kuliah Minyak Bumi Gaji Tinggi dan Prospek Luar Negeri

14 Juli 2026 - 05:05 WIB

Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini

9 Juli 2026 - 00:04 WIB

Trending di Ekonomi