
Ringkasan Berita:
- Video penahanan aktivis Global Sumud Flotilla oleh Israel memicu kecaman internasional.
- Kritik juga datang dari dalam negeri Israel, Netanyahu dan Saar menilai tindakan Ben Gvir merugikan negara.
- Armada Global Sumud membawa ratusan aktivis dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza, namun dicegat Israel di perairan internasional dan dibawa ke Ashdod.
Israel kembali menuai sorotan dunia setelah Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan aktivis Global Sumud Flotilla berlutut dengan tangan terikat di atas dek kapal.
Video tersebut dibagikan di media sosial X.
Flotilla adalah istilah untuk armada kapal kecil yang berlayar bersama dalam satu misi.
Rekaman yang dibagikan pada Rabu (20/5/2026) itu memicu kecaman internasional dan desakan agar para aktivis segera dideportasi.
Video singkat tersebut menampilkan puluhan aktivis asing berlutut dengan dahi menyentuh lantai kapal, diiringi lagu kebangsaan Israel.
Ben Gvir terlihat mencemooh sambil mengibarkan bendera Israel di antara mereka.
Rekaman ini muncul setelah pasukan Israel mencegat sekitar 50 kapal armada yang berangkat dari Turkiye menuju Gaza.
Israel lalu menahan ratusan aktivis di pelabuhan Ashdod, Israel selatan.
Armada ini membawa bantuan kemanusiaan untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza yang sudah berlangsung sejak 2007.
Italia Mengecam
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengecam perlakuan Israel sebagai "tidak dapat diterima" dan menuntut pembebasan warga negara Italia yang ditahan serta permintaan maaf resmi dari Israel.
Meloni menyatakan, perlakuan terhadap para pengunjuk rasa, termasuk warga negara Italia, melanggar martabat manusia dan "tidak dapat ditoleransi", menegaskan urgensi pembebasan mereka segera.
Israel Culik Jurnalis sampai Saudari Presiden di Perairan Internasional
Kritik juga datang dari dalam negeri Israel, di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menilai tindakan Ben Gvir tidak sesuai dengan nilai dan norma negara.
Netanyahu menginstruksikan pihak berwenang untuk mendeportasi para aktivis provokator sesegera mungkin, dikutip dari AFP.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan di X bahwa Ben Gvir "dengan sengaja merugikan negara melalui pertunjukan memalukan ini" dan menegaskan hal itu bukan pertama kalinya terjadi.
Ben Gvir menanggapi kritik tersebut di parlemen, mengeklaim bangga bertanggung jawab atas operasi melawan pendukung teror dan menyebut gambar yang muncul sebagai "sumber kebanggaan besar" meski tidak disukai Saar.
Armada Global Sumud berjumlah sekitar 50 kapal yang berlayar dari Turkiye pekan lalu, berusaha menembus blokade Israel terhadap Gaza, setelah konvoi serupa dicegat bulan lalu.
Pihak berwenang Israel menyatakan 430 aktivis dalam armada itu sedang dibawa ke Israel, sementara kelompok hak asasi manusia Adalah menyebut beberapa telah tiba di pelabuhan Ashdod dan ditahan di sana.
Hamas menilai rekaman tersebut sebagai bukti "kemerosotan moral dan sadisme" para pemimpin Israel.
Sementara Adalah mengecam tindakan Israel sebagai penyiksaan dan penghinaan terhadap aktivis yang menentang kejahatan berkelanjutan terhadap rakyat Palestina.
Adalah menambahkan, para peserta sipil yang berlayar untuk memberikan bantuan kemanusiaan telah diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel di luar kehendak mereka.
Kementerian Luar Negeri Israel membantah armada tersebut sebagai aksi kemanusiaan dan menegaskan bahwa semua 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel untuk bertemu perwakilan konsuler masing-masing.
Netanyahu sebelumnya mengecam armada sebagai "rencana jahat yang dirancang untuk menerobos blokade terhadap kelompok Hamas di Gaza," sementara Turkiye dan Spanyol mengutuk tindakan Israel dan Indonesia menyerukan pembebasan semua kapal dan awaknya.
Armada Global Sumud juga membawa 15 warga negara Irlandia, termasuk Margaret Connolly, saudara perempuan Presiden Catherine Connolly, dalam upaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza yang telah diblokade Israel sejak 2007.
Blokade tersebut membuat wilayah Gaza mengalami kekurangan makanan, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya, dengan Israel terkadang menghentikan pengiriman bantuan sepenuhnya selama perang.
Upaya armada sebelumnya bulan lalu dicegat di perairan internasional lepas pantai Yunani, sebagian besar aktivis dipulangkan ke Eropa, sementara dua orang dibawa ke Israel, ditahan beberapa hari, dan kemudian dideportasi.






