Bogor, Tanah Sareal – Semarak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tidak hanya terasa di tingkat Pemerintah Kota Bogor, tetapi juga menggema hingga ke wilayah kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Tanah Sareal yang secara mandiri menginisiasi penyelenggaraan Helaran Hari Jadi Kota Bogor sebagai bentuk partisipasi dan kecintaan terhadap daerah.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Camat Tanah Sareal,
Rokib, bersama seluruh lurah se-Kecamatan Tanah Sareal dengan menggandeng para Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) serta Ketua RW. Kolaborasi tersebut melahirkan kepanitiaan khusus yang diketuai oleh Lurah Kedung Waringin,
Kurniawati Arik Purwani.
Helaran akan dipusatkan di Bogor Plaza (eks Yogya Lama), Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kedung Badak, pada
Sabtu, 20 Juni 2026, dan dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bogor,
Dedie A. Rachim.
Launching Jingle "Salembur Ngadulur"
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah peluncuran (launching) jingle resmi Kecamatan Tanah Sareal bertajuk
"Salembur Ngadulur", karya
Hepi Harda, pemuda dari RW 15 Kelurahan Kedung Waringin. Jingle ini diharapkan menjadi identitas sekaligus penguat semangat persatuan masyarakat Tanah Sareal.
Istilah
"Salembur Ngadulur" sendiri pertama kali diperkenalkan oleh mantan Ketua Forum Komunikasi LPM Kecamatan Tanah Sareal,
Sutisna, pada tahun 2015. Filosofi tersebut lahir dari keinginan untuk membangun kebersamaan, mempererat rasa kekeluargaan, dan menyatukan seluruh elemen masyarakat Tanah Sareal dalam semangat gotong royong dengan motto
"Sauyunan Ngawangun Tanah Sareal".
Lomba Senam Formasi 544
Tidak hanya itu, panitia juga akan menggelar lomba senam antar-kelurahan yang dikemas secara kreatif. Setiap peserta diwajibkan menampilkan formasi angka
544 sebagai simbol usia Kota Bogor tahun ini, dipadukan dengan penggunaan jingle Tanah Sareal dan lagu-lagu daerah untuk memperkuat nuansa budaya lokal
.
Si Buek, maskot resmi Kecamatan Tanah Sareal.
Perkenalan Maskot "Si Buek"
Momentum tersebut juga menjadi ajang perkenalan maskot resmi Kecamatan Tanah Sareal, yaitu
"Si Buek", yang terinspirasi dari burung hantu. Maskot ini mengusung filosofi harmoni dengan alam, kebijaksanaan, dan kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan.
Karakter burung hantu yang mampu terbang tenang di malam hari menjadi simbol masyarakat Tanah Sareal yang adaptif, bijaksana, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Tiga pose maskot Si Buek.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kecamatan Tanah Sareal berharap dapat menghadirkan perayaan Hari Jadi Kota Bogor yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat identitas budaya, menumbuhkan rasa persaudaraan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun wilayah secara bersama-sama.