Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia telah mencapai sekitar 80,7 persen dari total siswa di seluruh negeri hingga tanggal 10 Juni 2026. Program ini disebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan peserta didik.
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, sebanyak 43 juta siswa dari total 53 juta lebih telah menerima manfaat dari program tersebut. Ia menyatakan bahwa para siswa dan orang tua sangat mengapresiasi MBG, sehingga diharapkan program ini dapat terus berlanjut dalam waktu yang lebih panjang.
“Jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan, karena dampaknya sangat positif,” ujar Abdul Mu’ti saat berbicara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Kamis (11/6).
Tujuan Program MBG
Program MBG tidak hanya bertujuan untuk memastikan kecukupan gizi bagi siswa, tetapi juga menjadi bagian penting dari implementasi tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat yang sedang diterapkan oleh Kemendikdasmen. Tujuan utama dari program ini adalah membentuk karakter dan pola hidup sehat bagi peserta didik.
Tujuh kebiasaan tersebut meliputi:
Bangun pagi
Beribadah
Rutin berolahraga
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
Gemar belajar
Aktif bermasyarakat
* Tidur lebih cepat
Dengan menggabungkan program MBG dengan kebiasaan-kebiasaan tersebut, diharapkan siswa akan memiliki gaya hidup yang lebih sehat dan produktif.
Modul Pendukung dan Penelitian
Untuk mendukung integrasi MBG dengan penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah, Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai modul pendukung. Modul-modul ini dirancang agar guru dan sekolah dapat menjalankan program secara efektif.
Selain itu, beberapa hasil penelitian dari lembaga seperti Universitas Indonesia (UI) dan institusi lainnya menunjukkan manfaat nyata dari pelaksanaan MBG. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa program ini berdampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran siswa di sekolah, serta capaian akademik.
“Sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan terhadap capaian akademik,” tambah Abdul Mu’ti.
Dampak Jangka Panjang
Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. Dengan memberikan makanan bergizi secara gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Penerapan program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan di bidang pendidikan. Dengan demikian, MBG bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang investasi masa depan bangsa.







