Menu

Mode Gelap
Pasar Mesin Perkakas RI Siap Tembus 4 Miliar Dolar, Peluang Emas bagi Manufaktur Nasional 43 Juta Siswa Terima MBG, Mendikdasmen Minta Lanjutkan Karena Hasil Positif 135 Ribu Keluarga Hilang Saat Piala Dunia, Warga Meksiko Turun ke Jalan Trump Janjikan Berakhirnya Perang AS-Israel vs Iran, Kesepakatan Damai Tanda Tangan Akhir Pekan Ini 6 Influencer Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Penipuan Dana Jemaah Hanania Travel Onitsuka Meledak, Asics Pisahkan Onitsuka Tiger Jadi Perusahaan Terpisah

Nasional

Trump Janjikan Berakhirnya Perang AS-Israel vs Iran, Kesepakatan Damai Tanda Tangan Akhir Pekan Ini

badge-check


					Trump Janjikan Berakhirnya Perang AS-Israel vs Iran, Kesepakatan Damai Tanda Tangan Akhir Pekan Ini Perbesar

Presiden Trump Mengklaim Kesepakatan Damai dengan Iran dan Israel Mendekati Finalisasi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah mencapai tahap akhir. Menurutnya, dokumen perjanjian saat ini sedang dalam proses finalisasi dan berpotensi ditandatangani pada akhir pekan ini di Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis (11/6), hanya beberapa jam setelah situasi konflik kembali memanas akibat serangan militer terbaru antara kedua pihak.

“Kami baru saja menyelesaikan perang dengan Iran dengan baik, dan kami akan tunduk pada finalisasi dokumen, yang seharusnya diselesaikan dalam beberapa hari ke depan. Kami mungkin akan mengadakan penandatanganan, mungkin di Eropa,” kata Trump kepada wartawan.

Trump menyebut upacara penandatanganan bisa berlangsung dalam waktu dekat. Ia memperkirakan proses tersebut dapat dilakukan pada akhir pekan dengan melibatkan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat. Menurutnya, Wakil Presiden JD Vance akan mewakili AS dalam penandatanganan bersama utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner.

“Bisa segera, segera, mungkin selama akhir pekan,” ujar Trump.

Trump mengatakan dirinya kemungkinan tidak dapat menghadiri langsung acara tersebut karena telah memiliki rangkaian agenda di Washington DC terkait perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Iran Disebut Sudah Menyetujui Kesepakatan

Saat ditanya apakah pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah menyetujui kesepakatan tersebut, Trump menjawab singkat.

“Saya mengerti jawabannya adalah ya.”

Trump juga mengungkapkan telah berbicara dengan sejumlah negara di kawasan yang berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi. Ia secara khusus memuji Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dinilainya berkontribusi dalam upaya mengakhiri konflik.

Trump mengatakan dirinya juga telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan berencana kembali berbicara dengan Erdogan dalam waktu dekat.

Selat Hormuz Diklaim Akan Kembali Dibuka

Selain mengumumkan kemajuan negosiasi, Trump menyebut salah satu dampak penting dari tercapainya kesepakatan adalah dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

“Selatan ini akan secara resmi dibuka segera setelah kita menandatangani, yang bisa segera, sangat cepat, mungkin selama akhir pekan di Eropa,” kata Trump.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia yang selama konflik menjadi pusat ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat.

Klaim Iran Tak Akan Kembangkan Senjata Nuklir

Sementara itu, dalam sebuah kampanye virtual untuk mendukung Wakil Gubernur Georgia Burt Jones pada Kamis malam, Trump kembali menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer terhadap Iran adalah menghentikan pengembangan senjata nuklir.

Ia mengklaim Teheran telah menyetujui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir di masa depan.

“Itulah seluruh tujuannya, itu 95% dari itu, dan mereka telah melakukannya dengan cara yang paling kuat yang dapat Anda lakukan,” ujar Trump.

Pernyataan optimistis Trump muncul di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Militer Amerika Serikat diketahui melancarkan serangan hari kedua terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam. Serangan tersebut dilakukan setelah Iran menembak jatuh helikopter Apache AS di Selat Hormuz pada Senin.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang 18 target militer utama milik Amerika Serikat, termasuk pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, serta pangkalan yang menampung jet tempur Amerika di Yordania.

Menariknya, hanya beberapa jam sebelum mengumumkan kemajuan negosiasi damai, Trump sempat mengancam akan melanjutkan serangan terhadap Iran dengan intensitas lebih besar.

Ia bahkan mengancam akan mengambil alih Pulau Kharg, terminal energi strategis Iran yang menjadi salah satu pusat ekspor minyak negara tersebut. Langkah tersebut diperkirakan membutuhkan pengerahan pasukan darat Amerika Serikat.

Namun ketika ditanya kembali mengenai kemungkinan operasi tersebut setelah adanya kesepakatan damai, Trump memberikan jawaban berbeda.

“Jika kita menandatangani perjanjian ini, itu akan terjadi.”

Pernyataan itu mengindikasikan opsi militer yang sebelumnya mengemuka kemungkinan akan dikesampingkan apabila perjanjian damai resmi ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

43 Juta Siswa Terima MBG, Mendikdasmen Minta Lanjutkan Karena Hasil Positif

12 Juni 2026 - 11:16 WIB

135 Ribu Keluarga Hilang Saat Piala Dunia, Warga Meksiko Turun ke Jalan

12 Juni 2026 - 11:10 WIB

6 Influencer Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Penipuan Dana Jemaah Hanania Travel

12 Juni 2026 - 11:05 WIB

Mahasiswa Jakarta dan Makassar Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM

12 Juni 2026 - 03:37 WIB

Netanyahu Kaget Tidak Diajak Trump Bahas Perdamaian dengan Iran

12 Juni 2026 - 03:37 WIB

Trending di Nasional