Aksi Demonstrasi Mahasiswa dan Masyarakat Akibat Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir memicu gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia. Aksi tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain seperti Bandung dan Makassar. Massa yang terlibat dalam aksi ini menyampaikan berbagai tuntutan terkait penurunan harga BBM, kondisi ekonomi, serta evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah.
Aksi demonstrasi berlangsung di beberapa titik strategis dengan pengamanan aparat serta diwarnai berbagai bentuk penyampaian aspirasi. Berikut adalah rangkuman detail dari aksi-aksi yang terjadi di berbagai wilayah:
Aksi di Jakarta
Pada Jumat (12/6/2026), aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah titik, terutama di Jakarta. Massa dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitar Monumen Nasional (Monas). Badan Eksekutiv Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi bertajuk “Indonesia Bangkrut” di Bundaran HI mulai pukul 10.00 WIB.
Ribuan mahasiswa dan warga sipil diperkirakan turut menyampaikan aspirasi dalam aksi tersebut. Ketua BEM FH UI, Dimas, mengatakan bahwa terdapat lima tuntutan utama yang dibawa dalam demonstrasi tersebut.
Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi:
- Menghentikan pemborosan APBN
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
- Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
- Menghentikan militerisme di ranah sipil
- Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak
Menurut Dimas, aksi tersebut terbuka bagi masyarakat yang memiliki aspirasi serupa dan tidak terafiliasi dengan kelompok massa lain.
Aksi di Bandung
Sementara itu, aksi serupa juga terjadi di Bandung pada Kamis (11/6/2026). Mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung Raya menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Selain menolak kenaikan BBM, massa aksi juga menyoroti isu pengesahan UU Polri dan kondisi ekonomi nasional.
Presiden Mahasiswa UPI Bandung, Khalid Syaiful, menilai sejumlah kebijakan pemerintah berpotensi berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan.
Aksi di Makassar
Di Makassar, Sulawesi Selatan, aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Makassar pada Kamis turut diwarnai pembakaran ban. Massa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) membawa tiga tuntutan utama, yakni stabilisasi nilai tukar rupiah, penolakan kenaikan harga Pertamax, dan pencabutan UU Polri yang baru disahkan.
Perwakilan massa, Fajar Wasis, menyebut pelemahan nilai tukar rupiah dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa yang berdampak pada masyarakat. Massa juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Penutup
Aksi-aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, merasa khawatir terhadap dampak kenaikan harga BBM terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan mereka. Tuntutan-tuntutan yang disampaikan mencerminkan kepedulian terhadap kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat luas. Dengan adanya aksi-aksi ini, diharapkan pemerintah dapat lebih responsif terhadap aspirasi rakyat dan segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menstabilkan situasi ekonomi.






