Menu

Mode Gelap
Ruang Riung Jadi Magnet Baru Wisata Kota Bogor, Angkat Seni Budaya Nusantara di Jantung Kota Pasar Mesin Perkakas RI Siap Tembus 4 Miliar Dolar, Peluang Emas bagi Manufaktur Nasional 43 Juta Siswa Terima MBG, Mendikdasmen Minta Lanjutkan Karena Hasil Positif 135 Ribu Keluarga Hilang Saat Piala Dunia, Warga Meksiko Turun ke Jalan Trump Janjikan Berakhirnya Perang AS-Israel vs Iran, Kesepakatan Damai Tanda Tangan Akhir Pekan Ini 6 Influencer Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Penipuan Dana Jemaah Hanania Travel

Nasional

Mahasiswa Jakarta dan Makassar Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM

badge-check


					Mahasiswa Jakarta dan Makassar Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM Perbesar

Mahasiswa Jakarta dan Makassar Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM

Aksi Demonstrasi Mahasiswa dan Masyarakat Akibat Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir memicu gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia. Aksi tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain seperti Bandung dan Makassar. Massa yang terlibat dalam aksi ini menyampaikan berbagai tuntutan terkait penurunan harga BBM, kondisi ekonomi, serta evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah.

Aksi demonstrasi berlangsung di beberapa titik strategis dengan pengamanan aparat serta diwarnai berbagai bentuk penyampaian aspirasi. Berikut adalah rangkuman detail dari aksi-aksi yang terjadi di berbagai wilayah:

Aksi di Jakarta

Pada Jumat (12/6/2026), aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah titik, terutama di Jakarta. Massa dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitar Monumen Nasional (Monas). Badan Eksekutiv Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi bertajuk “Indonesia Bangkrut” di Bundaran HI mulai pukul 10.00 WIB.

Ribuan mahasiswa dan warga sipil diperkirakan turut menyampaikan aspirasi dalam aksi tersebut. Ketua BEM FH UI, Dimas, mengatakan bahwa terdapat lima tuntutan utama yang dibawa dalam demonstrasi tersebut.

Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi:

  • Menghentikan pemborosan APBN
  • Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
  • Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
  • Menghentikan militerisme di ranah sipil
  • Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak

Menurut Dimas, aksi tersebut terbuka bagi masyarakat yang memiliki aspirasi serupa dan tidak terafiliasi dengan kelompok massa lain.

Aksi di Bandung

Sementara itu, aksi serupa juga terjadi di Bandung pada Kamis (11/6/2026). Mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung Raya menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Selain menolak kenaikan BBM, massa aksi juga menyoroti isu pengesahan UU Polri dan kondisi ekonomi nasional.

Presiden Mahasiswa UPI Bandung, Khalid Syaiful, menilai sejumlah kebijakan pemerintah berpotensi berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan.

Aksi di Makassar

Di Makassar, Sulawesi Selatan, aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Makassar pada Kamis turut diwarnai pembakaran ban. Massa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) membawa tiga tuntutan utama, yakni stabilisasi nilai tukar rupiah, penolakan kenaikan harga Pertamax, dan pencabutan UU Polri yang baru disahkan.

Perwakilan massa, Fajar Wasis, menyebut pelemahan nilai tukar rupiah dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa yang berdampak pada masyarakat. Massa juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Penutup

Aksi-aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, merasa khawatir terhadap dampak kenaikan harga BBM terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan mereka. Tuntutan-tuntutan yang disampaikan mencerminkan kepedulian terhadap kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat luas. Dengan adanya aksi-aksi ini, diharapkan pemerintah dapat lebih responsif terhadap aspirasi rakyat dan segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menstabilkan situasi ekonomi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ruang Riung Jadi Magnet Baru Wisata Kota Bogor, Angkat Seni Budaya Nusantara di Jantung Kota

15 Juni 2026 - 20:10 WIB

43 Juta Siswa Terima MBG, Mendikdasmen Minta Lanjutkan Karena Hasil Positif

12 Juni 2026 - 11:16 WIB

135 Ribu Keluarga Hilang Saat Piala Dunia, Warga Meksiko Turun ke Jalan

12 Juni 2026 - 11:10 WIB

Trump Janjikan Berakhirnya Perang AS-Israel vs Iran, Kesepakatan Damai Tanda Tangan Akhir Pekan Ini

12 Juni 2026 - 11:07 WIB

6 Influencer Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Penipuan Dana Jemaah Hanania Travel

12 Juni 2026 - 11:05 WIB

Trending di Nasional