Penemuan Mayat di Hotel Sukabumi, Diduga Korban Pembunuhan oleh Pacar
Seorang perempuan berinisial R (53) ditemukan meninggal dunia di kamar sebuah hotel yang terletak di Jalan Stasiun, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Selasa (23/6/2026). Kematian korban kini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian dan diduga merupakan tindakan pembunuhan. Pelaku yang diduga melakukan tindakan tersebut adalah kekasih korban sendiri, yaitu seorang pria berinisial E (47).
E berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor, saat hendak melarikan diri ke Bengkulu. Penangkapan ini dilakukan dalam waktu singkat setelah kejadian, tepatnya pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolsek Cikole Polres Sukabumi Kota, Kompol Ma’ruf Moerdianto, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap E dilakukan setelah adanya laporan polisi. Ia mengatakan:
“Alhamdulillah setelah timbul laporan polisi, kurang dari 1×24 jam kami bisa mengamankan terduga pelaku pembunuhan di salah satu hotel di Jalan Stasiun, Kota Sukabumi,” kata Ma’ruf seusai penangkapan.
Proses Pengungkapan Kasus
Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil autopsi dokter forensik RSUD R Syamsudin SH. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya indikasi kekerasan terhadap korban, yang sebelumnya tidak terlihat jelas. Awalnya, kematian R tidak menunjukkan tanda-tanda tindak pidana. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan atas persetujuan keluarga, situasi berubah.
“Setelah autopsi, baru diduga ada kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Saya langsung membentuk dua tim, tim pertama dipimpin kanit dan tim kedua saya pimpin sendiri untuk melakukan penyelidikan dan pencarian informasi,” ujar Ma’ruf.
Hasil autopsi juga menunjukkan adanya luka fatal di area leher yang mengarah pada dugaan pencekikan. Dalam keterangan ahli, korban disebut mengalami kekerasan pada bagian leher hingga menyebabkan gangguan pernapasan yang berujung kematian.
“Hasil autopsi menguatkan kecurigaan polisi. Dari keterangan saksi ahli forensik dinyatakan korban meninggal karena ada kekerasan di rongga leher, dicekik sehingga ada bagian yang patah,” ungkapnya.
Penangkapan Pelaku
Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, polisi kemudian mengarah kepada E yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan korban. Setelah dilakukan pemantauan, keberadaan pelaku berhasil dilacak hingga akhirnya ditangkap tanpa perlawanan saat hendak meninggalkan Jawa Barat dengan tujuan Bengkulu.
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif serta kronologi kejadian secara lengkap,” kata Ma’ruf.
Penyidik juga masih mengumpulkan alat bukti tambahan guna memperkuat proses hukum. Sementara dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku berencana kabur dengan alasan bekerja ke luar daerah.










