Kehadiran Politik yang Berpihak pada Rakyat
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menghadiri peringatan Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah dengan tindakan nyata yang menyentuh hati. Pada momen penting ini, ia memberikan bantuan kepada 1.448 anak yatim di 12 titik wilayah Bandung Raya. Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sebagai ajakan untuk membangkitkan semangat hijrah sosial.
Santunan dan Bantuan Sosial yang Berkelanjutan
Dalam kegiatan tersebut, Kang Cucun memberikan berbagai paket bantuan kepada anak-anak yatim, termasuk uang saku dan perlengkapan sekolah. Hal ini dilakukan sebagai wujud dukungan nyata dalam membawa kegembiraan bagi anak-anak di bulan yang disucikan. Lokasi penyerahan bantuan tersebar di belasan titik strategis seperti Soreang, Solokanjeruk, Bojong, Majalaya, Nagrak, Maruyung, Rancaekek, Jalan Anyar, serta kantor DPC PKB Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.
Selain itu, Kang Cucun juga menyampaikan amanat dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). Ia mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus menjaga semangat berbagi dan gotong royong. “Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Beliau berpesan agar semangat berbagi dan gotong royong terus dirawat sebagai kekuatan utama bangsa,” ujarnya.
Peresmian Rumah Tidak Layak Huni
Tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, Kang Cucun juga meresmikan selesainya perbaikan rumah rutilahu milik Bapak Iwan di Desa Cipedes. Proyek ini merupakan hasil dari kerja keras program bedah rumah yang dikawal oleh tim Rumah Aspirasi Kang Cucun. Agenda ini menunjukkan komitmen politiknya untuk tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur primer bagi warga kelas bawah.
Momentum untuk Evaluasi dan Perubahan
Bagi Kang Cucun, Hari Asyura bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat empati dan meningkatkan maslahat bagi sesama. “Hari Asyura adalah momentum emas untuk mengetuk pintu langit melalui doa anak-anak yatim. Sebagai pimpinan DPR RI dan kader PKB, saya meyakini bahwa politik harus hadir dalam bentuk tindakan nyata,” katanya.
Ia menegaskan bahwa situasi ekonomi dan sosial yang masih mengimpit sebagian warga saat ini menuntut gerakan filantropi yang konsisten dan berjangka panjang. “Semangat berbagi hari ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah kebutuhan sosial yang mendesak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.”
Ajakan untuk Membangkitkan Solidaritas Sosial
Kang Cucun berharap aksi santunan dan peresmian hunian di Desa Cipedes bisa memicu ombak solidaritas sosial yang lebih masif di wilayah-wilayah lain. Ia menekankan bahwa bulan Muharram seyogianya menjadi cermin evaluasi kolektif terhadap berbagai dinamika sosial yang belum tuntas, khususnya terkait pemenuhan hak anak dan ketersediaan tempat tinggal yang manusiawi.
“Peringatan Muharram ini harus memicu gerakan hijrah sosial, sebuah transformasi kolektif untuk memastikan lingkungan kita aman, ramah bagi anak-anak, serta menghadirkan tempat tinggal yang sehat bagi keluarga berpenghasilan rendah seperti halnya kediaman Bapak Iwan. Tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap anak, dan tidak boleh ada lagi warga kita yang terpaksa tinggal di rumah yang tidak layak. Melindungi dan membahagiakan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Keberlanjutan dan Makna Transendental
Dalam fondasi Islam, menolong sesama yang sedang kesusahan dan mengasihi anak yatim memiliki kedudukan yang sangat transendental. Oleh sebab itu, uluran tangan berupa santunan dan pembenahan fisik rumah yang disalurkan secara tulus ini tidak sekadar mengukir senyum di wajah penerimanya, melainkan juga menjadi keran berkah sekaligus perekat persaudaraan bagi seluruh lapisan masyarakat.










