Kematian Mengerikan di Rumah Jl PDAM, Palu Barat
Pada malam hari Minggu (26/7/2026), sebuah kejadian mengerikan terjadi di rumah Jl PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Seorang pria berusia 25 tahun dan anaknya yang berusia sekitar 2 tahun ditemukan tewas di dalam rumah tersebut. Sementara itu, istri korban mengalami luka serius dan kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kejadian ini menimbulkan kekacauan di kalangan warga setempat. Beberapa tetangga mengaku mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam rumah. Saat ini, polisi telah melakukan olah TKP dan masih menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Hingga saat ini, identitas korban maupun terduga pelaku belum secara resmi diumumkan.
Kesaksian Tetangga Korban
Seorang tetangga korban, Bahtiar, menjadi salah satu saksi pertama yang mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan tersebut. Ia mengatakan bahwa sekitar pukul 22.00 Wita, dirinya mendengar suara gaduh dari rumah sebelah. Awalnya, ia mengira suara itu berasal dari anak-anak yang sedang bermain seperti biasanya.
Namun, ketika ia mengintip dari jendela, tidak ada anak-anak yang terlihat. Tiba-tiba, ia mendengar suara teriakan minta tolong, “tolong saya, jangan bunuh saya.” Tak lama kemudian, ia kembali mendengar tangisan seorang anak dari dalam rumah.
Bahtiar mengaku sempat mengira suara tersebut merupakan persoalan rumah tangga. Namun situasi berubah ketika ia mendengar suara benturan keras dari dalam rumah. Ia juga mendengar suara seorang pria yang diduga pelaku berkata, “anak kecil menangis.”
Tidak lama berselang, terdengar suara lain yang berbisik, “kasi diam itu anak.” Bahtiar mengatakan, saat berusaha membuka pintu rumah, ia kembali mendengar suara perempuan yang diduga istri korban berteriak meminta pertolongan. “Jangan bunuh saya, jangan bunuh anakku,” begitu yang ia dengar.
Mendengar teriakan tersebut, Bahtiar segera kembali ke rumah untuk mengambil telepon seluler, menghubungi sejumlah rekannya yang merupakan anggota kepolisian, memanggil Ketua RT, serta membawa martil untuk membongkar pintu rumah.
Setelah Ketua RT dan beberapa warga tiba, mereka bersama-sama mendobrak pintu dan masuk ke dalam rumah. “Pas kami masuk, korban sudah bersimbah darah,” katanya.
Kondisi Korban dan Informasi Tambahan
Bahtiar menjelaskan, korban pria ditemukan dalam posisi telentang di dekat pintu masuk dengan luka tebas dan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Sementara itu, istri korban ditemukan masih hidup meski mengalami luka di bagian kaki dan punggung atas. Adapun anak korban ditemukan dalam posisi tengkurap di atas tempat tidur dan telah meninggal dunia.
“Kalau anaknya saya curiga dibekap,” ucapnya. Bahtiar mengungkapkan, keluarga tersebut baru sekitar dua pekan tinggal di rumah yang juga digunakan sebagai tempat pengolahan ayam potong. Menurut informasi yang diterimanya, terduga pelaku diduga memiliki hubungan pekerjaan dengan korban.
Ia menduga peristiwa itu dipicu persoalan dendam antar sesama pekerja. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena motif maupun hubungan antara korban dan terduga pelaku masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Usai kejadian, terduga pelaku disebut meninggalkan lokasi. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, serta memburu pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai motif maupun identitas pelaku sebelum ada keterangan resmi dari penyidik.











