Menu

Otomatis
Breaking News

Kriminal

Tenaga Kesehatan Minta Maaf Setelah Komentar Tidak Etis ke Pasien BPJS Sebelum Meninggal

badge-check

Tenaga Kesehatan Minta Maaf Setelah Komentar Tidak Etis ke Pasien BPJS Sebelum Meninggal Perbesar

Klarifikasi dan Permintaan Maaf dari Tenaga Kesehatan atas Komentar Tidak Etis

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya melontarkan komentar tidak etis terhadap unggahan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan di Threads akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Hal ini dilakukan setelah diketahui bahwa pemilik utas tersebut meninggal dunia, sehingga memicu reaksi keras dari netizen.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang perawatan selama delapan jam. Dalam unggahannya, ia menulis, “8 jam blm dpt ruangan🥲. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs🥺.” Alih-alih mendapat tanggapan yang memuaskan, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar yang dinilai tidak berempati oleh sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan.

Beberapa komentar bernada sinis bahkan disampaikan, termasuk saran untuk memindahkan pasien ke ruang jenazah atau kalimat yang mengarah pada tindakan menyakiti diri sendiri. Perbincangan berubah drastis ketika akun @hilperd, yang mengaku sebagai sepupu pemilik utas, memberitahu bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

“Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads. Sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita ke mana-mana bahkan ke keluarga, apa-apa disimpan sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini,” tulis akun tersebut.

Kabar itu memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial kemudian menelusuri akun-akun yang sebelumnya memberikan komentar tidak pantas kepada korban. Setelah identitas mereka ramai diperbincangkan, sejumlah nakes akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf.

Salah satunya adalah akun @bennychrstn. Dalam pernyataannya, ia mengaku bertanggung jawab atas komentar yang pernah ditulis dan siap menerima konsekuensi dari berbagai pihak.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di Threads. Saya juga menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya pemilik utas yaitu @yurizaltrich. Saya bertanggung jawab penuh atas tulisan yang saya posting dan saya siap menerima konsekuensi dari RS, IDI, MKEK, pengadilan ataupun instansi lain. Semoga ke depannya saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial,” tulisnya.

Sebelumnya, akun tersebut menuai kritik setelah menulis komentar pedas terhadap pasien tersebut.

“Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? … Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong,” cuitnya.

Permintaan maaf juga disampaikan Widhiyarini Pangestika melalui pernyataan terbuka. Ia mengakui komentarnya tidak mencerminkan etika, empati, maupun profesionalisme sebagai tenaga kesehatan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum atas komentar yang saya tulis pada utas Threads akun pribadi saya. Saya mengakui komentar saya tidak pantas dan tidak menunjukkan etika, empati, maupun profesionalisme saya sebagai seorang tenaga kesehatan,” tulisnya.

Siap Terima Konsekuensi

Ia juga meminta maaf kepada instansi tempatnya bekerja karena tindakannya dinilai berdampak terhadap citra institusi dan kepercayaan masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menyatakan siap menerima konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Komentar yang sebelumnya ditulis Widhiyarini berbunyi, “Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan.”

Kasus ini memicu perdebatan luas di media sosial mengenai etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial. Banyak warganet menilai profesi kesehatan tetap dituntut menjaga empati dan profesionalisme, termasuk ketika berinteraksi melalui akun pribadi, terlebih saat merespons keluhan pasien yang sedang mencari pertolongan.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tifa Dokter Akhirnya Ajukan Praperadilan, Meski Sidang Dijadwalkan Kamis

6 Agu 2026 - 12:47 WIB

Tifa Dokter Akhirnya Ajukan Praperadilan, Meski Sidang Dijadwalkan Kamis

Sopir Lompat dari Truk yang Melaju Kencang, Kecelakaan Beruntun Tak Terhindarkan

6 Agu 2026 - 12:47 WIB

Sopir Lompat dari Truk yang Melaju Kencang, Kecelakaan Beruntun Tak Terhindarkan

Pengadilan Nadiem digelar hari ini, kuasa hukum minta hakim independen dan profesional

6 Agu 2026 - 12:47 WIB

Pengadilan Nadiem digelar hari ini, kuasa hukum minta hakim independen dan profesional

Viral Dugaan Promosi Judi Online Berkedok Free Fire di TikTok, Warganet Desak Aparat Lakukan Penelusuran

3 Agu 2026 - 13:58 WIB

Viral Dugaan Promosi Judi Online Berkedok Free Fire di TikTok, Warganet Desak Aparat Lakukan Penelusuran

Harta IPTU Setya Budi, Oknum KPK yang Peras Bupati Pemalang, Terdiri Dari 2 Rumah di Kendal

2 Agu 2026 - 15:01 WIB

Harta IPTU Setya Budi, Oknum KPK yang Peras Bupati Pemalang, Terdiri Dari 2 Rumah di Kendal
Trending di Kriminal