BOGOR – Gelaran Ruang Riung, sebuah pentas seni dan budaya yang rutin digelar di Alun-Alun Kota Bogor, kembali sukses menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya warga Kota Bogor, acara yang menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya ini juga mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah sekitar, bahkan dari Jakarta.
Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan keempat kalinya tersebut menjadi bukti bahwa ruang publik yang dikemas dengan sentuhan seni dan budaya mampu menghadirkan daya tarik wisata baru di tengah kota. Dengan latar Alun-Alun Kota Bogor yang mudah diakses dan berada di pusat kota, Ruang Riung perlahan tumbuh menjadi agenda yang dinantikan masyarakat.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan bahwa lahirnya Ruang Riung berawal dari diskusi bersama Ibu Yantie Rachim mengenai pentingnya menyediakan wadah bagi para pelaku seni dan budaya di Kota Bogor.
Menurutnya, Kota Bogor membutuhkan ruang yang dapat menjadi panggung bagi para seniman untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas. Dari gagasan tersebut lahirlah Ruang Riung sebagai sarana ekspresi seni sekaligus hiburan yang edukatif bagi masyarakat.
“Kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku seni dan budaya untuk berkarya dan tampil di hadapan publik. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kota Bogor,” ujar Yuno.
Lebih jauh, Yuno menegaskan bahwa sebagai Ketua PHRI Kota Bogor, dirinya memiliki harapan besar agar Ruang Riung dapat berkembang menjadi salah satu magnet wisata kota.
Menurutnya, kegiatan budaya yang berlangsung secara rutin memiliki potensi besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor seni dan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha hotel, restoran, kuliner, dan sektor pariwisata lainnya.
“Ke depan kami berharap Ruang Riung dapat menjadi destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan untuk datang ke Kota Bogor. Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, tentu akan memberikan dampak positif bagi bisnis hotel, restoran, dan berbagai sektor pariwisata lainnya,” jelasnya.
Menariknya, Ruang Riung tidak hanya menampilkan budaya Sunda sebagai budaya lokal Bogor. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh bentuk seni dan budaya Nusantara. Pada gelaran terbaru, pengunjung disuguhkan pertunjukan kolaborasi tari dari berbagai daerah di Indonesia yang merupakan karya maestro tari dan budayawan Kota Bogor.
Konsep keberagaman budaya tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Ruang Riung. Melalui panggung ini, masyarakat dapat menikmati kekayaan budaya Indonesia dalam satu pertunjukan yang dikemas secara menarik dan modern.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, baik secara individu maupun melalui komunitas dan sanggar seni budaya, panitia membuka kesempatan untuk bergabung. Namun demikian, setiap peserta akan melalui proses seleksi terlebih dahulu, baik melalui audisi maupun dengan menunjukkan dokumentasi video penampilan sebelumnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pertunjukan sekaligus menjadi sarana promosi bagi para seniman yang terlibat.
Saat ini Ruang Riung diselenggarakan dua minggu sekali, yakni setiap Sabtu pada minggu pertama dan minggu ketiga, mulai pukul 19.00 hingga 20.00 WIB di Alun-Alun Kota Bogor. Yuno berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda mingguan yang mampu memperkuat citra Kota Bogor sebagai kota yang ramah terhadap seni, budaya, dan pariwisata.
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Yantie Rachim yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap pengembangan seni, budaya, dan kreativitas generasi muda di Kota Bogor.
Terkait pembiayaan kegiatan, Yuno mengungkapkan bahwa hingga saat ini penyelenggaraan Ruang Riung masih didukung penuh secara mandiri oleh dirinya bersama PHRI Kota Bogor. Namun pihaknya terbuka bagi sponsor maupun pihak lain yang ingin berkolaborasi demi menjaga keberlanjutan program tersebut.
Antusiasme pengunjung pun menjadi bukti bahwa Ruang Riung memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Salah satunya disampaikan oleh Dwi, seorang karyawan yang bekerja di Jakarta.
Ia mengaku sengaja mengajak rekan-rekan kantornya untuk datang ke Kota Bogor dan menyaksikan langsung pertunjukan Ruang Riung. Menurutnya, lokasi kegiatan yang berada dekat dengan Stasiun Bogor menjadi nilai tambah karena mudah dijangkau menggunakan KRL dari Jakarta.
“Saya sengaja mengajak teman-teman dari Jakarta untuk melihat Ruang Riung. Aksesnya sangat mudah, cukup naik KRL dan langsung bisa menikmati pertunjukan budaya yang menarik di pusat Kota Bogor,” ungkapnya.
Dengan konsep yang menggabungkan ruang publik, seni budaya, dan pariwisata, Ruang Riung kini mulai menunjukkan potensinya sebagai salah satu agenda budaya unggulan Kota Bogor. Jika terus berkembang secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin kegiatan ini akan menjadi ikon wisata budaya baru yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati pesona Kota Bogor.









