Nasib Tragis Ipan Nurzaman, Pria Bandung yang Tewas Diseret Buaya
Ipan Nurzaman (25), seorang pria asal Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, dilaporkan hilang secara mengenaskan setelah diseret oleh buaya di perairan Banyuasin, Sumatra Selatan. Kejadian tragis ini terjadi pada Senin (6/6/2026) dini hari, saat korban nekat terjun ke sungai untuk membantu memperbaiki perahu sewaannya.
Banyuasin merupakan salah satu wilayah yang menjadi habitat alami bagi buaya muara atau buaya air asin. Wilayah ini memiliki banyak sungai besar, muara, dan kawasan hutan mangrove yang kaya akan ekosistem perairan. Kawasan seperti Sungai Musi dan area sekitarnya sering menjadi tempat tinggal bagi predator ini. Warga yang beraktivitas di sekitar sungai atau area rawa diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kemunculan buaya.
Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, membenarkan bahwa korban adalah warganya yang sedang merantau demi memperbaiki perekonomian keluarga. “Sudah sekitar satu tahun lebih dia merantau,” ujar Imam saat dikonfirmasi.
Perjalanan Karier Ipan dari Tambang hingga Berbisnis
Di mata warga kampung halamannya, Ipan dikenal sebagai sosok pemuda Bandung yang ulet dan pekerja keras. Awalnya, ia bekerja di salah satu perusahaan batu bara di wilayah Sumatra. Di sana, karirnya terbilang cemerlang hingga sempat mendapatkan promosi kenaikan jabatan. Namun, jabatan baru tersebut mengharuskan dirinya ditempatkan di area yang sangat terpencil.
Merasa kurang betah, pria berusia 25 tahun ini memilih mengundurkan diri secara terhormat. Tak ingin pulang dengan tangan hampa ke Bandung, Ipan memutar otak untuk bertahan di perantauan. Dalam tiga bulan terakhir, Ipan sukses merintis usaha mandiri sebagai penyedia air bersih swadaya. Ia menyewa perahu milik warga lokal untuk memasok air bersih bagi kapal-kapal besar yang melintasi jalur sungai di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin.
Kronologi Tragis: Nekat Lompat Demi Tanggung Jawab
Petaka bagi warga Bandung Barat ini terjadi ketika perahu operasional usahanya mengalami kendala teknis dan harus diperbaiki di tengah sungai pada dini hari. Didorong rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap bisnis yang dirintisnya, Ipan nekat ikut terjun langsung ke sungai untuk membantu proses perbaikan bersama rekan-rekannya.
“Padahal informasinya pemilik kapal sudah sempat melarang Ipan untuk ikut turun membantu memperbaiki perahu,” kata Imam.
Detik-detik mencekam saat Ipan melompat ke air bahkan sempat terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Sesaat setelah meloncat, tubuh Ipan sempat terlihat muncul kembali ke permukaan air. Namun, dalam hitungan detik, pria asal Cililin ini mendadak tenggelam dan lenyap dari pandangan, diduga kuat akibat langsung disergap dan diseret oleh buaya muara yang kelaparan.










