Penyelidikan Kematian Yogi Saleh Berlanjut dengan Fokus pada Plafon Rumah
Penyelidikan terkait kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, kini memasuki tahap baru. Polres Purwakarta kini menitikberatkan penyelidikan pada temuan kondisi plafon rumah korban yang rusak atau jebol.
Temuan ini menjadi alasan kuat bagi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan. Tidak hanya itu, polisi juga mengundang bantuan dari Tim Inafis Polda Jawa Barat serta Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, membenarkan bahwa kondisi plafon yang rusak tersebut kini menjadi atensi utama tim gabungan forensik dalam olah TKP ulang. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam proses penyelidikan.
- "Itu (plafon) juga yang menjadi alasan kami meminta bantuan dari Polda dan Puslabfor untuk melakukan penyelidikan ulang terkait plafon yang jebol dan sejumlah temuan lainnya di lokasi," ujar AKP I Made Purwantara saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (16/6/2026) sore.
Selain meneliti kerusakan pada plafon rumah, tim identifikasi juga bergerak cepat mengambil sejumlah sampel sidik jari di sekitar area tersebut dan ruangan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah ada jejak orang asing yang masuk ke dalam rumah sebelum Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Purwakarta itu ditemukan tewas
- "Kami sudah mengambil sampel sidik jari dan masih menunggu hasil pemeriksaan. Nanti akan diketahui apakah ada sidik jari lain di luar keluarga atau korban," kata Made.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi dari pihak istri, mertua, dan rekan kerja korban. Sejumlah barang bukti berupa berkas dokumen hingga telepon genggam milik Yogi Saleh dan istrinya juga turut disita demi kepentingan digital forensik.
Diberitakan sebelumnya, warga Purwakarta dihebohkan dengan penemuan jasad Yogi Saleh yang bersimbah darah di dalam kamar rumahnya pada Minggu (14/6/2026) malam. Korban pertama kali ditemukan oleh sang istri yang baru saja pulang menghadiri acara wisuda bersama anak dan mertuanya.
Hingga saat ini, rumah korban masih tertutup rapat dan dipasangi garis polisi seiring dengan tim Puslabfor Mabes Polri yang terus mendalami bukti-bukti ilmiah di TKP. Proses penyelidikan ini terus berlangsung untuk mencari kebenaran di balik misteri kematian Yogi Saleh.











