Patung Perempuan Pembawa Gentong sebagai Simbol Kedamaian di Desa Gemblengan
Di tengah keindahan alam dan tradisi yang kaya akan makna, Desa Gemblengan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki sebuah patung yang menjadi ikon utama Monumen Kedamaian Perempuan. Patung ini berdiri megah dengan tinggi sekitar enam meter, menarik perhatian pengunjung yang datang ke kawasan embung.
Patung tersebut menggambarkan sosok perempuan Jawa yang sedang membawa gentong atau tempat air di pundaknya. Meskipun tampilannya terlihat sederhana, di baliknya terkandung makna mendalam tentang kehidupan dan peran perempuan dalam masyarakat. Sosok ini melambangkan sumber kehidupan, kesuburan, serta besarnya kontribusi perempuan dalam menjaga harmonisasi keluarga dan lingkungan sekitar.
Monumen ini dipahat langsung oleh seniman lokal, Urip Widyatmoko, bersama rekan-rekannya. Melalui karya seni ini, mereka ingin menyampaikan penghormatan terhadap peran perempuan dalam menciptakan kedamaian, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kawasan monumen berada di tepi embung desa, lokasi yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat. Lokasinya cukup mudah dijangkau, hanya sekitar 15 hingga 20 menit perjalanan dari pusat Kota Klaten ke arah selatan. Selain menjadi destinasi wisata, kawasan ini juga dikenal luas berkat tradisi tahunan Memet Ikan yang selalu menarik perhatian ribuan warga.
Dalam tradisi Memet Ikan, panitia biasanya menebarkan sekitar dua ton ikan air tawar seperti nila, bawal, gurame, dan lele ke dalam embung. Masyarakat kemudian diperbolehkan menangkap ikan secara langsung menggunakan tangan maupun alat sederhana. Tradisi ini rutin digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Klaten sekaligus Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, biasanya dilaksanakan pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juli.
Tak jauh dari patung perempuan pembawa gentong, terdapat sebuah pendopo berukuran luas yang berada di sisi barat embung. Pendopo tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan umum. Area parkir yang tersedia juga cukup luas sehingga memudahkan pengunjung yang datang bersama keluarga.
Pada sore hari, kawasan pendopo berubah menjadi pusat keramaian melalui hadirnya Pasar Senja. Beragam wahana permainan anak tersedia di lokasi ini, mulai dari trampolin, odong-odong, bom-bompes, hingga area melukis yang ramai dikunjungi keluarga. Tak hanya itu, deretan pedagang kuliner dan jajanan tradisional juga turut meramaikan suasana, menjadikan kawasan Monumen Kedamaian Perempuan bukan sekadar tempat menikmati karya seni, tetapi juga ruang berkumpul bagi masyarakat.


Patung perempuan pembawa gentong di Desa Gemblengan kini menjadi salah satu ikon yang menarik perhatian para pengunjung saat berada di Kabupaten Klaten. Dengan filosofi yang kuat dan keindahan yang memikat, monumen ini tidak hanya menjadi simbol keharmonisan perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari budaya dan sejarah daerah.










