Utang PT PMMP yang Mencapai Triliunan Rupiah
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) menjadi perhatian publik setelah terungkap bahwa perusahaan ini memiliki utang yang mencapai sekitar Rp2,88 triliun. Utang tersebut melibatkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta lima bank besar di Indonesia. Informasi ini berasal dari laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menunjukkan posisi utang perusahaan hingga akhir Mei 2026.
Saldo utang bank perusahaan pada 31 Mei 2026 mencapai Rp6.328.297.977 ditambah 160.128.549 dolar AS. Jika dikonversikan menggunakan kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp17.909 per dolar AS, total kewajiban perusahaan berada di kisaran Rp2.874.070.482.108. Angka ini menunjukkan besarnya beban finansial yang harus ditanggung oleh PT PMMP.
Utang tersebut mencakup beberapa pihak, antara lain:
- LPEI sebesar 30.711.886 dolar AS;
- Bank Permata sebesar Rp5.493.424.825 dan 53.116.534 dolar AS;
- Bank SMBC Indonesia sebesar 40.292.580 dolar AS;
- BCA sebesar Rp834.873.152 dan 40.292.580 dolar AS;
- Bank Maspion Indonesia sebesar 7.211.743 dolar AS;
- Bank Resona Perdania sebesar 5.992.813 dolar AS.
Direktur PMMP, Martinus Soesilo, menjelaskan bahwa selama proses restrukturisasi, perseroan telah melakukan pelunasan utang bank sebesar 29.643.536 dolar AS dan Rp153.563.461.605. Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki struktur permodalan kembali positif dengan melakukan right issue dan mengubah sebagian hutang usaha menjadi saham (MTN).
Dampak Terhadap Karyawan
Selain masalah utang, PT PMMP juga mengalami penurunan kapasitas produksi yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan. Sampai laporan tersebut diterbitkan, sudah ada 37 orang staf dan 79 orang harian yang di-PHK, serta 82 staf yang mengundurkan diri.
Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan karena penurunan kapasitas produksi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya tantangan besar yang dihadapi perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional dan kesejahteraan karyawan.
Profil PT PMMP
PT PMMP berdiri sejak tahun 2004 dan memiliki kantor pusat di Jalan Bubutan 16-22 Kav-A Nomor 1-2 Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini merupakan salah satu pengolah dan eksportir udang terkemuka di Indonesia dengan pabrik di Situbondo dan Tarakan, Kalimantan Timur. Di pasar global, PT PMMP telah mengekspor udang beku ke Amerika Serikat, Jepang, hingga Eropa.
Leader dan Ebinoya adalah merek makanan yang dimiliki oleh PT PMMP. Berikut jajaran direksi perusahaan:
- Soesilo Soebardjo, Komisaris Utama;
- Suwarli, Komisaris Independen;
- Martinus Soesilo, Presiden Direktur;
- Hirawan Tedjokoesoemo, Wakil Presiden Direktur;
- Alin Rostanti, Kepala Bagian Keuangan;
- Patrick Djuanda, Direktur Pemasaran;
- Suyud Kusrinto, Direktur Operasional.
Investasi Kaesang Pangarep
Pada November 2021, Kaesang Pangarep, putra bungsu mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui perusahaan makanan dan minuman miliknya, GK Hebat, mengakuisisi sebagian besar saham PT PMMP. GK Hebat membeli 188.240.000 lembar saham atau sekitar delapan persen dari keseluruhan saham PT PMMP.
Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp490 per saham, sehingga total dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp92,2 miliar. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam menjajaki peluang bisnis terkait produk PT PMMP, serta mendukung perusahaan dalam adaptasi digital dan meningkatkan literasi digital dalam seluruh proses operasional.
“Kami menyambut baik adanya kerja sama strategis ini untuk meningkatkan penetrasi pasar lokal PMMP, khususnya pada sektor UMKM,” ujar Martinus Soesilo saat itu.










