Menu

Mode Gelap
Resmi Bercerai, Wardatina Mawa Bagikan Kembali Kenangan Pernikahan dengan Insanul Fahmi: Semoga Bahagia dengan Pasangan Barumu ‘Air mata tak hapus nyawa korban’, ini alasan hakim PN Indramayu vonis mati Ririn Trigliserida Tinggi, Kolesterol Normal: Bahaya Tersembunyi? Bobotoh Harus Berlapang Dada: Bintang Legendaris Persib Dipastikan Pergi Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini 10 Foto Keluarga Marcella Zalianty di Lotte World, Korsel!

Ekonomi

Pemerintah dan Danantara Luncurkan PSEL Pertama di Indonesia

badge-check

Pemerintah dan Danantara Luncurkan PSEL Pertama di Indonesia Perbesar



PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), secara resmi memulai pembangunan perdana (groundbreaking) fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali, pada Rabu (8/7). Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 3 triliun dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Fasilitas PSEL Bali dirancang khusus untuk memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi dalam pengelolaan volume sampah nasional yang terintegrasi, sekaligus mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80%. Ekspansi juga direncanakan ke wilayah Bogor dan Bekasi guna melengkapi jaringan tiga PSEL di Indonesia.



Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembangunan PSEL ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan sampah nasional diselesaikan secara komprehensif. Dalam operasionalnya, PSEL Bali menggunakan teknologi moving grate incinerator yang telah teruji andal di tingkat global dan mengacu pada standar emisi internasional yang ketat, yakni European Industrial Emissions Directive (EU IED).

Berdasarkan data global, pembiayaan sektor PSEL ini sangat prospektif dengan nilai pasar dunia mencapai USD46 miliar per tahun 2025. “Pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi,” tutur Rosan di Denpasar, Rabu (8/7).

Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa peresmian groundbreaking ini menandai awal mula implementasi proyek waste to energy di tanah air. PSEL Bali kini resmi memasuki fase konstruksi dengan menggandeng mitra strategis berupa Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yaitu PT Weiming Nusantara Bali New Energy.



Jika kelak sudah beroperasi secara penuh, energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan sekitar 100.000 rumah tangga di Bali. Penggunaan teknologi ramah lingkungan ini diklaim mampu memangkas emisi hingga 80% per ton sampah jika disandingkan dengan metode konvensional open dumping.

“PSEL Bali juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton CO2 per tahun,” sambung Pandu.

Untuk memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang, DIM juga telah melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). Langkah taktis ini menjamin penyerapan daya listrik yang dihasilkan ke dalam sistem jaringan distribusi PLN.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang turut ditugaskan mengawal kelancaran proyek ini, menyoroti regulasi yang ketat dan terukur guna memacu laju investasi. Ia mengungkapkan, sebelumnya proses perizinan terkait pengolahan sampah dinilai sangat birokratis dan memakan waktu hingga 11 tahun, di mana dari proses tersebut hanya menelurkan dua izin. Guna mengatasi hal itu, pemerintah telah membereskan sekitar 33 aturan perundang-undangan, termasuk Perpres, Kepres, hingga Inpres yang kerap menghambat.

“Program ini dapat berjalan karena hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai kita sederhanakan melalui deregulasi,” ungkap Zulkifli.

PSEL Bali ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada semester pertama tahun 2028. Namun, proses pengerjaan konstruksinya akan diakselerasi agar mampu rampung selambat-lambatnya pada akhir tahun 2027 dengan perkiraan masa pengerjaan 15 bulan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Cek Rekening! Dividen Tunai 9 Saham Rp Triliunan Cair Hari Ini

9 Juli 2026 - 00:04 WIB

Penting! Jaminan Pensiun dan JHT PPPK, Sikap Tegas PT Taspen

8 Juli 2026 - 22:22 WIB

Profil PT PMMP, Perusahaan Kaesang yang Miliki Utang Rp 2,88 Triliun dan PHK Banyak Karyawan

7 Juli 2026 - 18:23 WIB

Harga emas Antam hari ini, Jumat 26 Juni 2026: Stabil, tidak mengalami kenaikan

26 Juni 2026 - 08:29 WIB

Analisis IHSG Jumat 26/6: Waspadai Koreksi, Cek Target Harga MEDC, UNTR, UNVR, dan MAPA

26 Juni 2026 - 08:02 WIB

Trending di Ekonomi