Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

PMKRI Kefamenanu Minta Gelar Raja Timor Dikaji Ulang oleh Jokowi

badge-check

PMKRI Kefamenanu Minta Gelar Raja Timor Dikaji Ulang oleh Jokowi Perbesar

Kritik terhadap Pengukuhan Joko Widodo sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor

Yohanes Niko Seran Sakan, anggota Germas Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu, menyampaikan kritik terhadap pemberian gelar sesepuh Raja-raja Timor kepada Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Ia menilai bahwa pengukuhan tersebut perlu ditinjau kembali karena adanya kemungkinan keterkaitan dengan dinamika politik nasional.

Menurut Yohanes, tidak masalah jika Jokowi diberi penghormatan adat karena jasa-jasanya bagi masyarakat Timor. Namun, yang menjadi perhatian utama adalah agar simbol dan kehormatan adat tidak berubah menjadi komoditas politik.

Ia khawatir apabila penghormatan terhadap adat hanya dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan atau identitas masyarakat, bukan sebagai alat untuk membangun legitimasi politik. Menurutnya, jika hal ini terjadi, maka kesakralan dan independensi lembaga adat akan semakin terkikis.

Yohanes menekankan bahwa dalam situasi saat ini, di mana ada spekulasi mengenai peluang politik keluarganya menjelang Pemilu 2029, lembaga adat harus menjaga jarak dari segala hal yang bisa menciptakan persepsi negatif. Dengan demikian, marwah dan independensi adat tetap terjaga.

Prosesi Pengukuhan Joko Widodo sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor

Presiden Joko Widodo resmi menerima pengukuhan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor dalam prosesi adat yang digelar pada Festival Budaya dan Festival Gajah di kawasan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, pada Sabtu (1/8/2026). Prosesi berlangsung khidmat dan disaksikan oleh ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Sejumlah raja dan tokoh adat dari berbagai kerajaan di Pulau Timor hadir dalam upacara tersebut, mengenakan busana kebesaran adat. Pengukuhan Jokowi ditandai dengan penyerahan atribut berupa kain kebesaran adat oleh para raja sebagai simbol penghormatan dan penerimaan secara adat.

Prosesi ini diikuti oleh para raja dari Kerajaan Sonbai, Kerajaan Kupang, Kerajaan Amarasi, Kerajaan Amfoang, Kerajaan Taebenu, Kerajaan Amanuban, Kerajaan Amanatun, Kerajaan Mollo, Kerajaan Belu/Nenuk/Tasifeto, Kerajaan Malaka, serta Kerajaan Insana, Biboki, dan Miomaffo.

Kegiatan Sebelum Prosesi Adat

Sebelum menghadiri prosesi adat tersebut, Jokowi lebih dahulu mengikuti kegiatan Car Free Day di Jalan El Tari bersama rombongan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Agenda kemudian dilanjutkan dengan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Nusa Tenggara Timur di Hotel Harper Kupang.

Setelah menerima pengukuhan, Jokowi yang didampingi Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka Festival Budaya dan Festival Gajah. Pembukaan festival dilanjutkan dengan karnaval budaya yang menampilkan tarian tradisional, musik daerah, parade busana adat, serta berbagai atraksi seni dari sejumlah daerah di Pulau Timor.

Facebook Comments Box

Comments are closed.

Read More

ZENTONI RAIH GELAR DOKTOR HUKUM DI UNIVERSITAS DIPONEGORO

5 Oct 2026 - 10:00 WIB

ZENTONI RAIH GELAR DOKTOR HUKUM DI UNIVERSITAS DIPONEGORO

Skandal HGB Summarecon: KPK Sita Rp 106,3 Miliar dalam OTT Pejabat Kementerian ATR/BPN

4 Oct 2026 - 00:58 WIB

Skandal HGB Summarecon: KPK Sita Rp 106,3 Miliar dalam OTT Pejabat Kementerian ATR/BPN

Tuan Rumah Mayor’s Talk APEKSI 2026, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Dorong Inovasi Sampah dan Penguatan PSEL

29 Sep 2026 - 04:57 WIB

Tuan Rumah Mayor’s Talk APEKSI 2026, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Dorong Inovasi Sampah dan Penguatan PSEL

Lampu Merah Ciawi Kerap Diterobos, Polsek Ciawi Siagakan Personel untuk Atur Lalu Lintas

29 Sep 2026 - 04:54 WIB

Lampu Merah Ciawi Kerap Diterobos, Polsek Ciawi Siagakan Personel untuk Atur Lalu Lintas

LBH BOGOR GUGAT BANK BCA KE PENGADILAN NEGERI CIBINONG

21 Sep 2026 - 09:14 WIB

LBH BOGOR GUGAT BANK BCA KE PENGADILAN NEGERI CIBINONG
Trending on Bogor Raya