Menu

Mode Gelap
LAK DKI JAKARTA BUKA POSKO PENGADUAN KONSUMEN APARTEMEN LRT CITY Eks Wakapolri Merasa Dikriminalisasi, Kortas Tipidkor Polri Angkat Bicara Rambut Rontok? Ini 6 Vitamin untuk Akar Lebih Kuat dan Sehat Keluarga kaget tahu Miskah Shafa hamil anak kedua Mengapa Suzuki Thunder Dilarang Isi Pertalite, Tapi Kawasaki, Honda, dan Yamaha Scorpio Boleh? Jokowi bertemu teman kuliah UGM sebelum persidangan kasus ijazah palsu

Kriminal

Mengungkap Rahasia di Balik Ledakan di Deshamp

badge-check

Mengungkap Rahasia di Balik Ledakan di Deshamp Perbesar

Kehidupan di Bawah Tekanan: Hubungan Tegang antara Didier Deschamps dan FFF

Didier Deschamps, mantan pelatih tim nasional Prancis, mengungkapkan bahwa lingkungan kerjanya sudah tidak sehat lagi. Ia menyebutnya sebagai “sudah tidak bisa bernapas lagi”. Pernyataan ini memicu reaksi yang luas, karena menunjukkan adanya perselisihan mendalam yang akhirnya membuatnya memutuskan untuk meninggalkan posisi sebagai pelatih.

Perselisihan tersebut mulai memuncak sejak tur Amerika pada Maret 2026. Saat itu, Philippe Diallo resmi menjadi presiden federasi sepak bola Prancis (FFF). Deschamps merasa kehilangan dukungan yang dulu ia dapatkan, terutama setelah banyak kritik terhadap gaya permainan tim nasional Prancis. Meskipun kontraknya diperpanjang hingga tahun 2026 oleh Noël Le Graët pada Januari 2023, situasi berubah ketika Diallo memimpin.

Kepemimpinan baru Diallo membuat Deschamps semakin tertekan. Akibatnya, ia mengumumkan pada Januari 2025 bahwa akan mengundurkan diri setelah Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil untuk meredakan ketegangan, terutama setelah wawancara Diallo tentang pemilihan pelatih masa depan, yang dinilai tidak ramah oleh Deschamps.

Selama Piala Dunia, beberapa keputusan dari federasi semakin memperburuk hubungan. Salah satunya adalah penolakan awal terhadap permintaan untuk memasang unit terapi pendingin, yang sangat dibutuhkan menghadapi cuaca panas ekstrem di Amerika. Penolakan ini akhirnya dicabut setelah intervensi Kylian Mbappé.

Ketegangan dalam Timnas Prancis

Selain itu, perjalanan Komite Eksekutif federasi juga menimbulkan ketidakpuasan. Biaya perjalanan yang diperkirakan mencapai 120 ribu euro memicu protes dari para pemain. Mereka merasa bahwa pejabat federasi bepergian dengan fasilitas istimewa, sementara keluarga pemain diperlakukan kurang baik. Hal ini memperparah perselisihan antara Deschamps dan Erwan Le Prévost, Wakil Direktur Jenderal Federasi.

Masalah bonus juga menjadi salah satu pemicu ketegangan. Surat kabar L’Équipe melaporkan bahwa saat makan siang di Istana Élysée sebelum tim berangkat ke Amerika Serikat, Diallo mengumumkan bahwa bonus hanya akan dibayarkan jika Prancis lolos ke babak semifinal. Ini berbeda dari kebijakan sebelumnya, dan membuat Kylian Mbappé bereaksi keras.

Kapten timnas Prancis itu menegaskan bahwa ini adalah Piala Dunia pertamanya sebagai pimpinan federasi. Ia menekankan pentingnya setiap tahap turnamen ini. Perdebatan tajam antara Mbappé dan Diallo mencerminkan besarnya ketegangan yang terjadi dalam timnas Prancis.

Kondisi yang Semakin Memburuk

Selama turnamen berlangsung, hubungan antara staf Didier Deschamps dan pejabat federasi tetap tegang. Meskipun mereka menginap di hotel yang sama, suasana tetap kaku. Pernyataan Deschamps mengenai ketegangan ini menegaskan bahwa perselisihan semakin memburuk dan mencapai titik tidak bisa dipulihkan lagi.

Akhirnya, keputusan untuk meninggalkan tim nasional yang telah dipimpinnya selama bertahun-tahun penuh prestasi diambil. Ini merupakan langkah besar yang menandai akhir dari era Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis.


Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Eks Wakapolri Merasa Dikriminalisasi, Kortas Tipidkor Polri Angkat Bicara

20 Juli 2026 - 17:13 WIB

Pria Bandung Tewas Ditusuk Teman Sendiri Karena Utang

20 Juli 2026 - 06:25 WIB

Kasus Teror Antar-Tetangga di Rangkapan Jaya, 6 Saksi Diperiksa Polisi

20 Juli 2026 - 01:00 WIB

Eksekutor Penembakan Ditangkap di Bandara Soetta Saat Coba Kabur ke Luar Negeri

19 Juli 2026 - 12:19 WIB

‘Air mata tak hapus nyawa korban’, ini alasan hakim PN Indramayu vonis mati Ririn

9 Juli 2026 - 00:54 WIB

Trending di Kriminal