Mencampur Pertalite dan Pertamax, Apakah Benar-Benar Efisien?
Banyak pemilik kendaraan di Indonesia menganggap mencampur Pertalite dan Pertamax sebagai cara untuk menghemat biaya. Alasannya sederhana: harga Pertamax terasa lebih mahal, tetapi mereka tetap berharap mendapatkan kualitas bahan bakar yang lebih baik dibanding hanya menggunakan Pertalite. Namun, apakah campuran ini benar-benar membuat kendaraan lebih irit? Atau justru bisa menimbulkan masalah pada mesin dalam jangka panjang?
Berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah Pertalite Boleh Dicampur dengan Pertamax?
Secara teknis, Pertalite dan Pertamax boleh dicampur di dalam tangki kendaraan. Kedua bahan bakar tersebut sama-sama merupakan bensin (gasoline) yang dipasarkan oleh Pertamina, sehingga tidak akan menimbulkan reaksi kimia berbahaya ketika bercampur. Yang berubah adalah angka oktan (Research Octane Number/RON) dari campuran tersebut.
Pertalite memiliki RON 90. Pertamax memiliki RON 92. Jika keduanya dicampur dalam jumlah yang hampir sama, maka nilai oktan campuran berada di kisaran RON 91.

Apakah Mesin Jadi Lebih Irit?
Jawabannya belum tentu. Efisiensi konsumsi BBM lebih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Kondisi mesin.
- Gaya mengemudi.
- Tekanan ban.
- Kemacetan lalu lintas.
- Beban kendaraan.
- Perawatan rutin.
Campuran Pertalite dan Pertamax memang bisa menghasilkan pembakaran yang sedikit lebih baik dibanding hanya memakai Pertalite, terutama pada kendaraan dengan rasio kompresi menengah. Namun peningkatan efisiensinya biasanya tidak terlalu signifikan sehingga sulit dirasakan dalam penggunaan harian.
Bagaimana Pengaruhnya terhadap Mesin?
Bila dilakukan sesekali, mencampur Pertalite dan Pertamax umumnya tidak merusak mesin. Mesin modern bahkan telah dilengkapi sensor yang mampu menyesuaikan waktu pengapian berdasarkan kualitas bahan bakar yang digunakan. Meski demikian, hasil terbaik tetap diperoleh ketika menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan.
Sebagai contoh:
- Kendaraan dengan kompresi rendah masih cocok menggunakan Pertalite.
- Kendaraan dengan kompresi lebih tinggi biasanya dianjurkan memakai Pertamax atau BBM dengan RON lebih tinggi.
Kapan Campuran BBM Bisa Menjadi Masalah?
Masalah bukan muncul karena proses pencampuran, melainkan karena penggunaan BBM yang tidak sesuai kebutuhan mesin. Beberapa dampak yang bisa muncul antara lain:
-
Tenaga Mesin Kurang Maksimal
Jika kendaraan berkompresi tinggi lebih sering menggunakan BBM beroktan rendah, performa mesin dapat menurun. -
Risiko Knocking
Pembakaran bisa terjadi sebelum waktunya sehingga muncul gejala knocking atau ngelitik. Dalam jangka panjang kondisi ini berpotensi mempercepat keausan komponen mesin. -
Konsumsi BBM Justru Tidak Efisien
Banyak pengguna berharap lebih hemat setelah mencampur BBM. Padahal jika mesin bekerja tidak optimal, konsumsi bahan bakar justru bisa meningkat.

Apakah Lebih Baik Bergantian daripada Dicampur?
Sebenarnya tidak ada perbedaan berarti. Misalnya:
- Minggu ini mengisi penuh Pertalite.
- Minggu berikutnya mengisi Pertamax.
Di dalam tangki tetap akan terjadi pencampuran sisa bahan bakar. Karena itu pengguna tidak perlu khawatir jika sesekali berganti jenis BBM.
Tips Memilih BBM yang Tepat
Agar mesin tetap awet dan efisien, lakukan beberapa hal berikut:
- Ikuti rekomendasi nilai oktan yang tercantum pada buku manual kendaraan.
- Jangan hanya mempertimbangkan harga BBM.
- Lakukan servis berkala sesuai jadwal.
- Gunakan BBM dari SPBU resmi.
- Hindari mengemudi agresif yang membuat konsumsi BBM meningkat.
Mencampur Pertalite dan Pertamax tidak akan langsung merusak mesin kendaraan. Campuran tersebut hanya menghasilkan nilai oktan yang berada di antara kedua jenis BBM tersebut. Namun, jika tujuan utamanya agar kendaraan lebih hemat, hasilnya belum tentu sesuai harapan. Efisiensi bahan bakar lebih banyak dipengaruhi kondisi kendaraan, cara berkendara, serta kesesuaian spesifikasi BBM dengan rasio kompresi mesin.
Karena itu, langkah paling tepat adalah menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan oleh pabrikan agar performa tetap optimal, konsumsi BBM lebih efisien, dan usia mesin lebih panjang.










